Ibu Bocah Ajaib Ini Rela Berjam-jam Antar Jemput Anaknya Ngantor Bareng Elon Musk
Berjam-jam ibu ini rela mengantar anaknya ngantor di SpaceX.
Setiap hari, ibu Kairan Quazi rela menempuh perjalanan panjang sekitar 4 jam dari Manhattan ke negara bagian Washington. Tujuannya hanya untuk memastikan anaknya bisa bekerja di SpaceX.
"Ibu saya harus mengantar saya sampai saya bisa mulai mengemudi," ujar Kairan.
Asal tahu saja Kairan bukanlah insinyur biasa. Ia tergolong remaja jenius yang direkrut Elon Musk di usia 14 tahun. Dia ditugaskan untuk membantu mengembangkan sistem satelit Starlink.
Bayangkan, beban kerja yang biasanya dipikul insinyur berpengalaman, justru dikerjakan seorang bocah ajaib. Kini, perjalanan antar-jemput panjang itu berakhir.
Pada usia 16 tahun, Quazi pindah ke Manhattan dan memulai babak baru sebagai pengembang kuantitatif di Citadel Securities, firma perdagangan milik miliarder Ken Griffin.
Kantor barunya hanya sepelemparan batu dari tempat tinggalnya. Tentu saja, ibunya kini tak perlu lagi repot menjemputnya setiap hari.
Dari Roket ke Algoritma Keuangan
Keputusan Quazi meninggalkan SpaceX demi Wall Street mengejutkan banyak pihak.
“Setelah dua tahun di SpaceX, saya merasa siap menghadapi tantangan baru di lingkungan berbeda,” ujarnya kepada Business Insider.
“Citadel Securities menawarkan budaya yang sama ambisiusnya, tapi dengan domain yang benar-benar baru," tambahnya.
Meskipun sempat dilirik laboratorium AI besar di Silicon Valley, ia memilih jalur keuangan kuantitatif.
Alasannya sederhana: tantangan intelektualnya sama besar, tetapi hasil kerjanya bisa langsung terlihat dalam hitungan hari, bukan bulan atau tahun.
Jejak Anak Ajaib
Perjalanan Quazi memang tak biasa. Pada usia 9 tahun ia sudah kuliah, magang di Intel Labs setahun kemudian, lalu lulus dari Universitas Santa Clara di usia 14 tahun sebagai lulusan termuda dalam 172 tahun sejarah kampus itu.
Kini, remaja keturunan Bangladesh-Amerika itu membuka bab baru di pusat keuangan dunia.
Dari laboratorium, ruang kuliah, hingga pabrik roket Elon Musk, langkahnya membawanya ke Wall Street.
Sebuah perjalanan unik yang tak hanya membuktikan kecerdasannya, tetapi juga pengorbanan keluarganya di balik layar.