Aturan bagi Penderita Diabetes untuk Mengonsumsi Buah Manis, Apakah Tetap Boleh Dilakukan?
Salah satu buah yang disarankan untuk pasien diabetes adalah pisang, namun penting untuk mengonsumsinya dalam porsi yang tepat agar tidak berlebihan.
Buah-buahan dikenal sebagai sumber penting vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, bagi orang yang menderita diabetes, mengonsumsi buah yang manis sering kali menjadi masalah karena kandungan gula yang ada di dalamnya. Pertanyaannya, apakah penderita diabetes diizinkan untuk mengonsumsi buah manis? Dokter spesialis penyakit dalam, Mohammad Prinandi, menjelaskan bahwa buah yang terlalu manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Di antara buah-buahan yang disarankan untuk pasien diabetes adalah pisang dan pepaya. "Pisang itu salah satu contoh yang bagus ya. Lalu, pepaya juga," ungkap Nandi. Selain itu, buah-buahan lain yang juga direkomendasikan adalah semangka, melon, dan apel.
Apakah Mengonsumsi Buah Musiman Diperbolehkan?
Mengenai buah musiman seperti rambutan dan kelengkeng, Nandi menyatakan bahwa konsumsi buah tersebut diperbolehkan, asalkan jumlahnya dibatasi. "Sebenarnya boleh ya, tapi porsi yang harus dibatasi. Makan kelengkeng 2-3 biji boleh lah," jelas dokter yang berpraktik di RSPI Puri Indah Jakarta ini. Nandi juga menambahkan bahwa pasien diabetes biasanya akan melakukan konsultasi dengan dokter gizi klinik. Dengan demikian, mereka dapat mengetahui takaran atau kebutuhan harian mereka, termasuk jumlah karbohidrat dan buah yang bisa dikonsumsi. Selanjutnya, pasien akan diberikan informasi mengenai takaran buah yang sesuai dengan kebutuhan kalori mereka.
Pasien Diabetes Sebaiknya Tidak Melewatkan Waktu Makan
Nandi menyatakan bahwa banyak pasien yang merasa cemas untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan. Mereka lebih memilih untuk berpuasa dengan harapan agar kadar gula darah tetap stabil. Banyak yang beranggapan bahwa dengan tidak makan, gula darah mereka tidak akan meningkat. Namun, pemikiran tersebut sebenarnya keliru. "Saat orang enggak makan maka tubuh tidak menghasilkan gula. Maka tubuh mengambil sumber gula dari otot. Nah ini malah jadi lebih tinggi dibandingkan kadar gula darah dari makanan," kata Nandi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa menghindari makanan sama sekali dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi penderita diabetes yang perlu menjaga kadar gula darah mereka dengan cara yang tepat.
Diabetes merupakan suatu kondisi kesehatan jangka panjang yang terjadi akibat ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin atau pemanfaatan insulin yang tidak efisien. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Gejala yang umum dialami oleh penderita diabetes antara lain adalah rasa lapar yang berlebihan, kehausan yang terus-menerus, serta frekuensi buang air kecil yang meningkat. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang juga perlu diwaspadai, seperti kebas pada tangan atau kaki, luka yang sulit sembuh, sering merasa pusing, gangguan pada penglihatan, dan penurunan berat badan yang tidak terduga.