Bolehkah Pasien Diabetes Mengonsumsi Gula Pasir?
Umumnya pasien diabetes harus sebisa mungkin mengurangi makanan manis di sekitar mereka. Oleh karena itu apakah mereka masih boleh mengonsumsi gula pasir?
Umumnya pasien diabetes harus sebisa mungkin mengurangi makanan manis di sekitar mereka. Oleh karena itu apakah mereka masih boleh mengonsumsi gula pasir?
Bolehkah Pasien Diabetes Mengonsumsi Gula Pasir?
Sri Rejeki Wahyuningrum, seorang Dietsien dari Instalasi Pelayanan Gizi RSCM, menegaskan bahwa pasien diabetes masih diperbolehkan mengonsumsi gula pasir, dengan catatan, tidak melebihi lima persen dari total kebutuhan kalori per hari.
"Gula pasir dalam satu hari itu sampai 5 persen dari total kebutuhan kalori, itu masih diperbolehkan. Itu biasanya kita menggunakannya untuk bumbu masakan, bukan untuk minum teh atau minum sirup," terangnya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.
Bagi yang ingin menikmati satu sendok madu, yang sebenarnya termasuk karbohidrat sederhana, Wahyuningrum menyarankan untuk mengurangi asupan buah. Dalam hal ini, satu sendok makan madu setara dengan satu porsi buah. Maka dari itu, sebaiknya pasien diabetes mengurangi asupan buah harian dari empat porsi menjadi tiga porsi sehari.
Wahyuningrum menekankan bahwa minuman yang manis hanya memberikan rasa manis, sementara buah-buahan mengandung vitamin dan serat yang dapat membantu menurunkan glukosa darah. Oleh karena itu, buah lebih bermanfaat karena mengandung zat gizi yang lebih beragam daripada minuman manis.
"Kalau minum manis ditambah gula pasir, hanya mendapatkan manis, kalau makan buah ada vitaminnya ada serat, dan serat dapat membantu menurunkan glukosa darah. Jadi lebih banyak zat gizi dibandingkan hanya minum minuman manis," jelas dia.
Pengaturan makan adalah salah satu pilar penting dalam pengelolaan diabetes, bukan hanya bagi pasien diabetes, tapi juga untuk orang yang tidak mengalami diabetes.
Bagi pasien diabetes, tujuan dari pengaturan makan adalah untuk mengontrol glukosa darah dan menurunkan kadar lemak, terutama bagi mereka yang juga menderita hipertensi atau hiperkolesterol.
Pola makan yang seimbang memenuhi kebutuhan gizi harian, termasuk protein, lemak, dan karbohidrat. Pasien diabetes disarankan untuk membatasi konsumsi karbohidrat sederhana karena kelebihannya dapat dengan mudah meningkatkan kadar glukosa darah.
Selain itu, penting bagi pasien diabetes untuk memperhatikan asupan vitamin dan mineral yang berasal dari sayuran dan buah-buahan.
Dalam pengelolaan diabetes, pengaturan pola makan saja tidaklah cukup. Latihan fisik rutin juga diperlukan untuk merangsang pelepasan hormon insulin secara alami, yang pada akhirnya dapat menurunkan kadar gula darah.