Cara Aman bagi Pasien Diabetes untuk Makan Nasi Putih Menurut Dokter
Terdapat cara yang bisa diterapkan oleh pasien diabetes untuk mengonsumsi nasi putih secara aman.
Nasi putih merupakan salah satu makanan yang biasanya dihindari pasien diabetes. Namun ternyata ada cara yang bisa diterapkan oleh pasien diabetes untuk mengonsumsi nasi putih secara aman.
Cara Aman bagi Pasien Diabetes untuk Makan Nasi Putih Menurut Dokter
Menurut dr. Cindy J. Pudjiadi, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik, ada tips yang dapat membantu pasien diabetes dalam mengonsumsi nasi putih tanpa mengganggu kadar gula darah.
Dilansir dari Antara, dr. Cindy menyebut bahwa bagi pasien diabetes, karbohidrat tetap penting namun harus dikonsumsi dalam takaran yang tepat. Pasalnya, kelebihan karbohidrat bisa membuat kadar gula darah meningkat.
Bagi pasien diabetes, pilihan yang lebih baik adalah mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Namun, bagi yang ingin mengonsumsi nasi putih, dr. Cindy menyarankan untuk mengombinasikannya dengan lauk pauk dan sayuran guna menurunkan indeks glikemik.
"Jadi di nasi merah itu kan ada vitamin, mineral, dan serat. Nah kita bikin nasi putih itu ada tambahan vitamin, mineral dan serat. Caranya tambahkan sayur yang banyak. Adanya sayur yang banyak itu akan mendapatkan serat, vitamin, dan mineral di situ. Jadi jangan hanya makan nasi putih saja tanpa adanya tambahan teman-temannya tersebut," paparnya.
Namun, dalam hal pembatasan konsumsi, dr. Cindy menekankan agar pasien diabetes menghindari karbohidrat sederhana seperti donat dan minuman kemasan yang seringkali mengandung gula tinggi yang berdampak negatif pada kadar gula darah.
Selain itu, dokter menawarkan panduan camilan sehat bagi pasien diabetes. Pola camilan ini antara lain buah utuh, kacang rebus, atau tomat ceri, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Dia menekankan bahwa porsi dan jenis asupan bagi pasien diabetes harus disesuaikan dengan faktor-faktor individu seperti usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.
"Jadi kalorinya itu tidak ada yang baku untuk semua orang karena ditentukan dari umurnya, dari jenis kelaminnya, berat badannya, tinggi badannya, aktivitasnya, dan kondisi kesehatan masing-masing. Jadi ada masing-masing porsinya dan kita mesti batasi yang manis-manis dan mengandung gula," tambahnya.