Jembatan Kayu Usang Diganti Beton, Bantuan Jusuf Hamka Buka Akses Warga Jombang
Pembangunan jembatan dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 4 meter ini sepenuhnya dibiayai oleh Jusuf Hamka sebagai donatur.
Bos jalan tol, Jusuf Hamka, membantu pembangunan akses jalan dan jembatan bagi warga Dusun Kedung Dendeng, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pembangunan saat ini difokuskan pada jembatan akses dusun yang telah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki.
Kepala Desa Jiporapah, Hadi Sucipto, menjelaskan bahwa pemerintah desa dalam beberapa tahun terakhir terus memaksimalkan pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan warga di masing-masing dusun. Untuk Dusun Kedung Dendeng, prioritas utama adalah pembongkaran jembatan lama berbahan kayu yang akan diganti dengan jembatan baru berstruktur beton yang lebih kokoh dan aman.
"Khusus untuk pembangunan di Dusun Kedung Dendeng difokuskan terlebih dahulu pada pembongkaran jembatan lama dengan struktur kayu yang nantinya akan dibangun jembatan beton yang lebih memadai," kata Hadi, Jumat (17/4).
Didanai Penuh oleh Jusuf Hamka
Hadi mengungkapkan, pembangunan jembatan dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 4 meter ini sepenuhnya dibiayai oleh Jusuf Hamka sebagai donatur. Sementara itu, proses pengerjaan dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Jiporapah dengan melibatkan tenaga kerja lokal sebagai tenaga kasar, serta didukung tenaga ahli.
Keberadaan jembatan ini sangat dinantikan warga karena akan menjadi akses vital yang menunjang mobilitas serta pemerataan pembangunan di desa. Pasalnya, sebagian besar wilayah permukiman antardusun di Desa Jiporapah terpisah oleh kawasan hutan.
Warga Dusun Kedung Dendeng pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan tersebut. Jembatan beton yang akan dibangun diharapkan menjadi penghubung utama yang jauh lebih layak dibandingkan jembatan kayu sebelumnya.
Desa Terpencil dengan Tantangan Infrastruktur
Diketahui, Desa Jiporapah merupakan salah satu wilayah terpencil di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan hutan milik Perum Perhutani. Desa ini terdiri dari empat dusun, yakni Kedung Dendeng, Tambak, Brangkal, dan Dusun Jiporapah, yang selama ini menghadapi tantangan aksesibilitas.
Hadi menegaskan, pemerintah desa berkomitmen untuk terus memajukan infrastruktur dengan mengutamakan kebutuhan warga. Setiap kebijakan pembangunan selalu melalui musyawarah agar tepat sasaran.
"Hal itulah yang membuat setiap kebijakan pembangunan infrastruktur selalu dimusyawarahkan bersama warga agar sesuai dengan kebutuhan mereka," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan tidak hanya mengandalkan Dana Desa, tetapi juga melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan donatur.
"Selain memanfaatkan anggaran Dana Desa, Pemdes juga bersinergi dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah serta donatur untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur," sambungnya.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah menggandeng Jusuf Hamka, atau yang dikenal sebagai Babah Alun, dalam pembangunan jalan dan jembatan di desa tersebut.
"Selain memanfaatkan Dana Desa (DD), pihak pemdes juga sangat terbantu dengan adanya sumber dana dari Bantuan Keuangan (BK) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” pungkasnya.