KAI Daop 7 Lakukan Penyempitan Pelintasan Sebidang di Jombang, Tingkatkan Keselamatan Mudik Lebaran 2026
PT KAI Daop 7 Madiun melakukan penyempitan pelintasan sebidang di Jombang untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, terutama jelang Angkutan Lebaran 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun telah mengambil langkah strategis. Mereka melakukan penyempitan jalan di pelintasan sebidang di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Keputusan ini diambil bersama pemangku kebijakan terkait guna meningkatkan keselamatan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Mobilitas masyarakat diprediksi akan meningkat signifikan pada periode tersebut. Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengonfirmasi hal ini pada Kamis (19/3).
Penyempitan jalan ini bertujuan mencegah kendaraan besar seperti truk tronton melintas di perlintasan yang tidak sesuai ketentuan kelas jalan. Hal tersebut dilakukan dengan pemasangan patok berbahan rel sebagai pembatas. Ini adalah upaya krusial untuk menjaga keselamatan bersama.
Upaya KAI Tingkatkan Keselamatan Angkutan Lebaran
PT KAI Daop 7 Madiun menekankan bahwa penyempitan pelintasan sebidang ini merupakan prioritas utama. Tujuannya adalah menjamin keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Terutama saat mendekati momen Lebaran 2026, di mana aktivitas masyarakat akan semakin padat.
Tohari menjelaskan bahwa pemasangan patok berbahan rel berfungsi sebagai pembatas fisik. Patok ini secara efektif mencegah kendaraan berdimensi besar melintasi jalur yang tidak seharusnya. Ini adalah langkah proaktif untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang bersama berbagai pihak terkait di Jombang. Fokus utamanya adalah menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman. KAI berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang lancar dan minim insiden.
Pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang tidak bisa ditawar lagi. KAI terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan. Ini demi terwujudnya perjalanan yang aman bagi semua pihak.
Sinergi Lintas Sektor untuk Perbaikan Infrastruktur
Kegiatan penyempitan jalan ini berlokasi di JPL 76 (Dishub) Km 86+1/2 petak jalan Jombang–Sembung. Tepatnya berada di Desa Jati Pelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Lokasi ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan dan potensi risiko.
Pelaksanaan proyek ini merupakan hasil sinergi kuat antara KAI Daop 7 Madiun dengan beberapa instansi pemerintah daerah. Pihak-pihak yang terlibat meliputi Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Satuan Lalu Lintas Polres Jombang, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama.
Selain pemasangan patok pembatas, Dinas PUPR Kabupaten Jombang juga melakukan pengaspalan di area tersebut. Pengaspalan ini bertujuan memperkuat konstruksi patok yang telah dipasang. Selain itu, juga untuk memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan.
KAI juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu dan ketentuan yang berlaku. Masyarakat diminta tidak memaksakan melintas jika kendaraan tidak sesuai dengan kelas jalan yang ditetapkan. Kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan sangat krusial.
Pentingnya Kesadaran dan Kepatuhan Pengguna Jalan
Sebagai pengingat keselamatan, KAI mengajak masyarakat untuk menerapkan slogan "Berteman". Slogan ini berarti berhenti, tengok kiri-kanan, dan berjalan setelah aman. Ini adalah panduan sederhana namun sangat efektif untuk melintasi perlintasan sebidang dengan aman.
Keselamatan di pelintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama antara operator kereta api dan pengguna jalan. Setiap individu memiliki peran penting dalam mencegah insiden. Kepatuhan terhadap rambu dan aturan adalah kunci utama.
Tohari berharap seluruh masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang aman, lancar, dan penuh kebahagiaan. Harapan ini didasari oleh upaya maksimal dari KAI dan pihak terkait. Serta didukung oleh kesadaran tinggi dari para pemudik.
Edukasi berkelanjutan mengenai keselamatan perlintasan sebidang akan terus digencarkan. Tujuannya adalah untuk menanamkan budaya keselamatan di kalangan masyarakat. Ini demi mengurangi angka kecelakaan di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews