Nasi putih dan pasta adalah makanan pokok yang disukai banyak orang. Namun, makanan ini sering dianggap tidak sehat karena bisa meningkatkan gula darah dengan cepat. Banyak orang menghindarinya karena khawatir bisa menyebabkan obesitas, kelelahan, bahkan meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Ahli gizi Mindy Patterson dari Texas Woman’s University menjelaskan bahwa nasi dan pasta dicerna terlalu cepat dan mengandung sedikit serat serta protein. Hal ini membuat kadar gula darah melonjak dan tubuh jadi cepat lelah. Pada orang dengan diabetes, kondisi ini bisa sangat berbahaya.
Dilansir dari npr.org, ternyata ada cara sederhana untuk mengubah nasi dan pasta menjadi lebih sehat. Caranya? Dinginkan terlebih dulu di dalam kulkas sebelum dikonsumsi kembali.
Advertisement
Ketika nasi atau pasta baru dimasak dan masih panas, pati di dalamnya sangat mudah dicerna oleh tubuh. Ini yang menyebabkan lonjakan gula darah. Tapi jika Anda mendinginkan makanan tersebut di kulkas selama beberapa jam, terjadi perubahan struktur pati yang sangat penting.
Pati yang tadinya mudah dicerna berubah menjadi resistant starch atau pati resisten. Pati ini tidak bisa dicerna oleh enzim pencernaan biasa. Akibatnya, proses penyerapan gula jadi lebih lambat, dan kadar gula darah tetap stabil.
Menurut para ilmuwan, manfaat ini tetap bertahan meski nasi atau pasta dipanaskan lagi—asal tidak dimasak ulang secara penuh hingga sangat panas. Anda tetap bisa menikmati nasi hangat, tanpa kehilangan manfaat kesehatan dari pati resisten.
Advertisement
Resistant starch adalah sejenis serat yang “menolak” untuk dicerna di usus halus. Sebaliknya, pati ini langsung menuju usus besar dan menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam tubuh.
Maria Marco, ahli mikrobiologi dari UC Davis, menjelaskan bahwa resistant starch bekerja sebagai prebiotik, yaitu makanan untuk mikrobioma usus. Mikroorganisme ini sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan kesehatan pencernaan.
Selain itu, pati resisten membantu tubuh memproduksi senyawa yang dapat mengurangi peradangan, menjaga berat badan, dan meningkatkan energi.
Advertisement
Menurut Ravinder Nagpal, mikrobiolog dari Florida State University, resistant starch memiliki banyak manfaat, seperti:
- Menyehatkan mikrobioma usus,
- Mengurangi peradangan,
- Menjaga daya tahan tubuh,
- Membantu kenyang lebih lama,
- Mengurangi risiko kanker usus,
- Mendukung manajemen berat badan.
Nagpal bahkan mengatakan bahwa sisa makanan yang sudah didinginkan lebih sehat daripada makanan yang baru dimasak. Ia sendiri mengaku rutin makan nasi dingin setiap hari untuk menjaga kesehatannya.
Advertisement
Anda bisa dengan mudah mengubah makanan biasa menjadi lebih sehat dengan langkah-langkah berikut:
- Masak nasi, pasta, kentang, atau ubi seperti biasa.
- Dinginkan di kulkas selama 6–8 jam. Bisa disimpan semalaman.
- Konsumsi dingin atau panaskan sedikit saja sebelum disajikan.
Agar lebih enak dan bergizi, campurkan nasi dingin dengan sayur, ikan, telur, atau yogurt. Anda juga bisa membuat salad pasta atau overnight oats—rendaman oat dengan susu dan buah yang tidak perlu dimasak. Menu ini tidak hanya praktis, tapi juga tinggi serat dan menyehatkan pencernaan.
Advertisement
Kini, sains telah membuktikan bahwa nasi atau pasta yang didinginkan bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Bahkan, beberapa riset menunjukkan bahwa konsumsi resistant starch secara rutin dapat membantu menurunkan kadar insulin dan meningkatkan metabolisme.
Tren makanan dingin yang sehat ini juga mulai populer di luar negeri. Banyak restoran di Eropa menyajikan “pasta fredda” atau salad nasi dingin sebagai pilihan sehat yang tetap lezat. Ini menunjukkan bahwa nasi sisa bukanlah limbah, tapi peluang untuk hidup lebih sehat.
Nasi putih dan pasta bukanlah musuh. Yang penting adalah bagaimana kita mengolah dan menyajikannya. Dengan membiarkan makanan ini mendingin terlebih dulu, kita bisa menikmati manfaat kesehatan yang luar biasa—dari kadar gula darah yang lebih stabil hingga usus yang lebih sehat.
Jadi, mulai sekarang jangan buang nasi sisa. Simpan di kulkas, dan jadikan bagian dari pola makan yang lebih cerdas. Kebiasaan kecil ini bisa membawa dampak besar untuk kesehatan Anda di masa depan.