Wajib Tahu! Kondisi Pasien Diabetes yang Perlu Insulin
Kapan seorang pasien diabetes harus menggunakan insulin? Dokter akan menjelaskan indikasi yang diperlukan.
Penggunaan insulin dalam pengobatan diabetes sering kali disalahpahami oleh masyarakat. Banyak pasien yang merasa enggan untuk memulai terapi ini karena kekhawatiran akan efek samping, termasuk anggapan bahwa insulin dapat merusak ginjal.
Namun, menurut dr. Taufik Ramadhan Biya, seorang dokter spesialis penyakit dalam di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, insulin sebenarnya sangat penting untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi.
"Kalau diabetes tipe satu memang wajib insulin, sedangkan tipe dua diberikan jika gula darah tidak terkontrol atau ada kondisi tertentu," ujarnya, seperti yang dikutip dari Antara.
Pada pasien dengan diabetes tipe 1, penggunaan insulin adalah suatu keharusan. Ini disebabkan karena tubuh tidak lagi dapat memproduksi insulin sama sekali, sehingga terapi insulin menjadi satu-satunya cara untuk menjaga kestabilan kadar gula darah. Di sisi lain, untuk diabetes tipe 2, insulin tidak selalu langsung diberikan. Terapi biasanya dimulai dengan perubahan pola hidup dan penggunaan obat oral.
Namun, jika setelah beberapa waktu kadar gula darah masih tinggi, maka insulin menjadi pilihan yang diperlukan. Secara medis, dr. Taufik menjelaskan bahwa terdapat dua kategori indikasi penggunaan insulin, yaitu indikasi absolut dan indikasi relatif.
Indikasi absolut mencakup kondisi yang mewajibkan pasien untuk segera menggunakan insulin, seperti diabetes tipe 1, ibu hamil yang menderita diabetes, serta pasien yang mengalami krisis hiperglikemia atau lonjakan gula darah yang sangat tinggi.
Sedangkan indikasi relatif diberikan pada kondisi tertentu, seperti kadar gula darah yang tidak terkontrol selama lebih dari tiga bulan meskipun sudah mengonsumsi obat, pasien dengan infeksi berat, pasien yang akan menjalani operasi, serta mereka yang memiliki kadar HbA1c di atas 9 persen. Menurut dr. Taufik, penggunaan insulin tidak hanya berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah, tetapi juga membantu mengurangi peradangan dan melindungi tubuh dari risiko komplikasi jangka panjang, seperti kerusakan saraf, mata, dan ginjal.
Sayangnya, masih banyak pasien yang menunda terapi insulin karena ketakutan yang tidak berdasar. Salah satu mitos yang sering muncul adalah anggapan bahwa insulin dapat merusak ginjal.
"Yang merusak ginjal bukan insulin, tetapi gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol," tambah dr. Taufik.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mengikuti saran dokter. Penggunaan insulin dilakukan berdasarkan kondisi medis yang jelas dan bertujuan untuk menjaga kualitas hidup pasien agar tetap optimal.