Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, mengonfirmasi satu jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 21 asal Kabupaten Soppeng Nurhayati Binti Laraufe (55) harus menunda keberangkatannya ke Tanah Suci, Arab Saudi.
Hal itu dikarenakan penyakit diabetes yang dideritanya semakin parah. Terlebih, ia harus menjalani amputasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Tajuddin Chalid Kota Makassar.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail membenarkan adanya JCH kloter 21 asal Kabupaten Soppeng yang dirujuk ke RSUP Tajuddin Chalid. Ikbal mengatakan JCH tersebut dirujuk karena penyakit diabetes.
"Jemaah atas nama Nurhayati Binti Laraufe, umur 55 tahun dirujuk ke RSUP Tajuddin karena diabetes," ujarnya di Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis (7/5).
Mantan Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Sulsel ini menjelaskan Nurhayati sempat diterima di Asrama Haji Sudiang Makassar. Saat dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, penyakit diabetesnya kambuh.
"Dari informasi yang kami dapat dari tim kesehatan, Insya Allah hari ini akan diamputasi jari kakinya," ungkapnya.
Advertisement
Nasib Nurhayati Belum Bisa Dipastikan
Ikbal belum bisa memastikan apakah Nurhayati batal berangkat haji tahun ini atau tidak. Hal tersebut tergantung waktu pemulihan kesehatan pasca operasi amputasi.
"Jika beliau bisa pulih dan layak terbang sebelum kloter terakhir 43, maka bisa kami berangkatkan. Tapi kalau pemulihannya lebih lama, maka batal berangkat tahun ini," kata Ikbal.
Ia menambahkan saat ini sudah ada 15 open seat penerbangan. Dari jumlah 15 tersebut 4 JCH sudah diberangkatkan ke Tanah Suci, Arab Saudi.