Membaca Makna Pujian Prabowo kepada AHY dan SBY
Gestur politik ini dinilai sebagai sinyal kuat kedekatan Prabowo dengan Partai Demokrat dalam konstelasi pemerintahannya.
Presiden Prabowo Subianto melontarkan pujian terbuka kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam dua kesempatan berbeda pekan ini. Gestur politik ini dinilai sebagai sinyal kuat kedekatan Prabowo dengan Partai Demokrat dalam konstelasi pemerintahannya.
Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, menilai dukungan Partai Demokrat akan menjadi kekuatan penting dalam pemerintahan Prabowo, mengingat rekam jejak partai tersebut sebagai oposisi solid di awal masa Presiden Jokowi.
"Dari aspek politik, dukungan Partai Demokrat juga sangat penting untuk pemerintahan Prabowo. Partai Demokrat terbukti cukup solid ketika mereka menjadi oposisi pada masa awal pemerintahan Jokowi," ujar Saidiman, Jumat (13/6).
"Dengan gaya kepemimpinan yang ingin merangkul semua, tentu Prabowo tidak ingin kehilangan dukungan dari partai yang punya pengalaman oposisi," tambahnya.
Pemerintahan Prabowo Dinilai Bisa Belajar dari Era SBY
Saidiman menyebut, banyak hal yang bisa dipelajari dari era kepemimpinan SBY, terutama dalam pembangunan ekonomi. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada masa SBY lebih tinggi dibanding era Jokowi.
"Target pertumbuhan ekonomi di masa Prabowo sangat tinggi, mencapai 8 persen. Tentu pemerintahan sekarang perlu belajar pada pemerintahan sebelumnya yang sangat sukses," katanya.
Dalam konteks Pilpres 2029, Saidiman menyebut AHY sebagai salah satu pemimpin muda paling kompetitif dan potensial.
"Karena itu, peluang AHY untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang sangat besar," tuturnya.
"AHY adalah ketua partai paling populer dan memiliki elektabilitas tertinggi di antara semua ketua partai yang ada."
Prabowo Puji AHY
Saat membuka Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 di JCC Senayan, Kamis (12/6), Prabowo memuji kinerja AHY sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah.
"Sudah lengkap kan yang sudah beliau (AHY) sampaikan? Saya senang karena berarti saya tidak salah pilih Menko Infrastruktur," ucap Prabowo.
Prabowo mengaku jarang memberi arahan panjang kepada AHY, namun AHY dinilainya mampu memahami dan menerjemahkan visi pemerintahan.
"Saya memberi petunjuk kepada saudara Yudhoyono ini tidak sering dan tidak panjang lebar. Beliau bisa nangkap," ujarnya.
Pujian untuk SBY
Sehari sebelumnya, Prabowo juga memberikan penghormatan kepada SBY dalam peresmian Kampus Bhinneka Tunggal Ika Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Rabu (11/6).
"Saya menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pendiri universitas ini, Presiden kita ke-6 Pak SBY," kata Prabowo.
Ia mengakui kedekatannya dengan SBY sejak masa pendidikan militer.
"Saya dan Pak SBY mempunyai sejarah khusus. Kisah bahwa kita pernah satu angkatan waktu masuk taruna," ungkapnya.
"Keluarnya beliau tahun '73. Saya ditambah pendidikan satu tahun. Tapi dua-duanya jadi Presiden RI."
Di akhir sambutannya, Prabowo meminta para kadet Unhan untuk meneladani sosok SBY, bukan dirinya.
"Yang harus kalian contoh Pak SBY ya, jangan macam-macam kalian. Saya termasuk anomali," tutupnya.