Gubernur Banten Andra Soni Tekankan Pembenahan dan Transparansi Setahun Menjabat
Gubernur Banten Andra Soni menyoroti upaya pembenahan tata kelola dan percepatan pembangunan infrastruktur di Banten, menekankan transparansi dan respons terhadap aspirasi masyarakat selama setahun masa jabatannya.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya terhadap pembenahan tata kelola pemerintahan dan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Penekanan ini disampaikan dalam peringatan satu tahun masa jabatannya, sebagai respons langsung terhadap berbagai aspirasi masyarakat. Dialog terbuka dengan Aliansi BEM Banten menjadi wadah bagi Gubernur untuk memaparkan langkah-langkah strategis yang telah dan akan diambil.
Bertempat di KP3B Kota Serang pada hari Jumat, Andra Soni menyatakan bahwa kritik konstruktif dari mahasiswa merupakan "vitamin" yang mendorong pemerintah untuk terus berbenah. Ia mengakui bahwa banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari perbaikan jalan hingga isu pungutan liar. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Gubernur dalam menanggapi masukan publik.
Berbagai keluhan masyarakat, seperti jalan rusak, sulitnya akses sekolah, dan praktik pungutan liar dalam rekrutmen tenaga kerja, menjadi fokus utama pemerintah provinsi. Andra Soni berjanji untuk terus melakukan perbaikan di sisa masa jabatannya. Ini adalah upaya nyata untuk memastikan bahwa pembangunan di Banten dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Penanganan Lingkungan
Andra Soni secara khusus menyoroti upaya pembangunan jalan di wilayah Lebak dan Pandeglang yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemerintah Provinsi Banten mengambil inisiatif untuk turut serta dalam pembangunan jalan desa. Langkah ini diambil demi kepentingan masyarakat luas, meskipun secara administratif pembangunan jalan desa merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.
"Provinsi mencoba untuk ikut serta membangun jalan-jalan desa. Sebenarnya ini tanggung jawab bupati, tapi kalau tidak kita laksanakan, yang rugi adalah masyarakat Banten juga. Ini adalah upaya kita agar manfaat pembangunan dirasakan merata," ujar Andra. Pernyataan ini menunjukkan pendekatan kolaboratif pemerintah provinsi dalam mengatasi masalah infrastruktur yang mendesak. Prioritas diberikan pada proyek-proyek yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari warga.
Selain infrastruktur, sektor lingkungan dan penanggulangan bencana juga menjadi perhatian serius Gubernur Andra Soni. Ia memaparkan langkah-langkah penanganan banjir di Cilegon yang kerap terjadi dan kian memprihatinkan. Koordinasi intensif dengan Kapolda Banten telah dilakukan untuk menindak tegas aktivitas tambang ilegal yang teridentifikasi sebagai salah satu pemicu utama banjir.
"Penyebabnya ada tambang ilegal, itu sudah kita tutup dibantu Pak Kapolda. Selanjutnya adalah upaya menindaklanjuti pabrik-pabrik yang berdiri di sempadan sungai. Saya butuh dukungan mahasiswa untuk terus mengkritisi hal ini," tegas Andra. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak bencana.
Peningkatan Transparansi dan Partisipasi Publik
Dalam upaya meningkatkan transparansi pembangunan, Gubernur Andra Soni berkomitmen untuk melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses perencanaan daerah. Rencananya, perwakilan mahasiswa akan diundang untuk berpartisipasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang akan diselenggarakan pada bulan April mendatang. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong akuntabilitas dan partisipasi aktif dari elemen masyarakat.
"Saya ingin mahasiswa bukan hanya kritis di jalan, tapi juga ikut serta dalam proses perencanaan. Ini adalah upaya edukasi demokrasi sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan akuntabel," tuturnya. Langkah ini merupakan bentuk nyata dari keinginan Gubernur untuk membuka ruang dialog dan kolaborasi. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat membawa perspektif baru dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar mewakili kebutuhan rakyat.
Andra Soni juga menyampaikan harapannya agar masyarakat terus memberikan dukungan dan doa. Ia secara khusus meminta doa agar tetap konsisten dalam menjalankan mandat tanpa terjebak dalam praktik korupsi. Permintaan ini mencerminkan komitmen pribadi Gubernur dalam menjaga integritas selama masa kepemimpinannya di Banten.
"Doakan saya sehat, dan yang paling pasti, doakan saya tidak korupsi. Banten masih memerlukan mahasiswa yang kritis dan peduli kepada rakyat," kata Andra. Pesan ini menekankan pentingnya peran pengawasan dari masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam memastikan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.
Sumber: AntaraNews