Fit and Proper Test Calon Dubes AS, Dwisuryo Cuma Minta Doa
Dia belum mau bicara banyak soal diplomasi Indonesia dengan Amerika.
Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo menjadi calon duta besar (dubes) RI untuk Amerika Serikat (AS).
Dirinya telah selesai menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Ruangan Komisi I DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Setelah selesai menjalani fit and proper test, Dwisuryo masih menunggu hasil atau keputusan dari DPR RI.
"Kan belum, masih pimpinan DPR yang harus memutuskan, ya tunggu saja," kata Soesilo usai menjalani fit and proper test, Jakarta, Sabtu (5/7).
Dengan masih adanya proses untuk menjadi duta besar, ia pun meminta doa agar dirinya bisa menduduki kursi yang sudah dua tahun kosong tersebut.
"Doain dulu deh, masih proses, belum selesai. Gitu saja deh ya," ujarnya.
Saat disinggung soal upaya diplomasi apabila ia terpilih menjadi dubes RI untuk AS, Soesilo enggan menjawab.
"Masih off dulu ya, off dulu deh," pungkasnya.
Mekanisme DPR
Diketahui, dari agenda rapat yang didapat, sedianya proses fit and proper test itu akan digelar pukul 10.00-17.30 WIB.
Namun, Komisi I DPR RI lebih dulu menggelar rapat internal untuk membahas mekanisme uji kelayakan dan kepatutan ini pada 09.30 WIB.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah mengirimkan surat usulan 24 calon duta besar untuk negara sahabat dan organisasi internasional, termasuk Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia menyebut, nama-nama tersebut akan ditindaklanjuti oleh Komisi I DPR untuk fit and proper test.
"Sesuai dengan mekanisme yang ada di DPR dan nantinya akan dibahas di Komisi I. Tadi dalam rapat paripurna saya sampaikan bahwa nama-nama bersifat rahasia. Kemudian pembahasannya pun bersifat rahasia karena ini pertama dan menyangkut legalitas," kata Puan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/7).
Fit and proper test akan digelar Komisi I dalam waktu dekat. Hasilnya akan dibawa ke paripurna DPR untuk disahkan sebelum dikirim ke pemerintah.
"Jadi nanti tunggu hasil dari fit and proper yang dilakukan oleh Komisi I. Mulai hari ini Komisi I akan melakukan mekanisme fit and proper proper test," jelas Puan.