Menlu Sugiono Ungkap Mengapa Prabowo Baru Lantik 8 Dubes dari 24 Nama yang Disetujui DPR
Presiden Prabowo hari ini baru melantik 8 dubes di Istana Negara.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto hanya melantik 8 duta besar (dubes) RI untuk negara-negara sahabat di Istana Negara Jakarta, Senin (25/8/2025). Padahal, DPR RI sudah menyetujui 24 nama calon dubes usulan Prabowo.
Sugiono mengatakan 16 dubes RI lainnya masih menunggu persetujuan dari negara-negara tujuan atau penempatan. Sementara itu, 8 dubes yang dilantik semuanya sudah disetujui oleh negara-negara mereka ditempatkan.
"Kita masih menunggu persetujuan dari negara masing-masing. Jadi ini begitu yang enam sudah selesai (disetujui) langsung kita lantik, karena kita masih agak harus mengejar trimester berikutnya nih kan harus masuk lagi," jelas Sugiono di Istana Negara Jakarta, Senin (25/8/2025).
Tergantung negara tujuan
"Jadi yang kemarin begitu udah ada yang terima, istilahnya agreement (persetujuan) dari negara tujuan, langsung kita lantik. Jadi sisanya ya menunggu agreement dari tempat negaranya," sambungnya.
Dia menyampaikan pemerintah tak bisa meminta atau mendesak negara lain untuk segera menyetujui para dubes Indonesia. Sugiono berharap pemerintah negara sahabat dapat segera memberikan persetujuan ke 16 dubes lainnya sehingga mereka dapat segera bertugas.
"Mekanismenya itu tergantung masing-masing negara, tidak ada dipercepat atau ini kita maunya hari ini selesai, langsung selesai kan. Tapi kan kembali lagi pada ketersediaan waktu kepala negaranya atau kepala pemerintahannya. Jadi ada yang beberapa minggu dapat, ada yang berbulan-bulan belum dipindahkan, masih lama. Semoga kita cepat nih," tutur Sugiono.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik 8 Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI untuk negara sahabat di Istana Negara Jakarta, Senin (25/8/2025). Mereka sebelumnya telah melewati uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh Komisi I DPR.
Pelantikan 8 dubes berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 75/P Tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia. Mereka dilantik secara serentak oleh Prabowo.
Selanjutnya, Prabowo membimbing pengucapan sumpah jabatan yang diikuti oleh para Duta Besar. Para dubes berjanji akan menjalankan segala perundangan-undangan, menjunjung tinggi etika jabatan.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," para dubes mengucapkan sumpah jabatan.
"Bahwa saya akan melakukan dengan setia segala perintah dan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pemerintah pusat dan saya akan memenuhi dengan setia segala kewajiban lain-lain yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh," sambung para dubes.
Usai pelantikan, Prabowo memberikan ucapan selamat dengan menyalami para Duta Besar yang dilantik satu per satu.
Salah satu yang dilantik yakni, Indroyono Soesilo sebagai Dubes RI untuk Amerika Serikat yang berkedudukan di Washington DC. Posisi Dubes AS sendiri sudah kosong selama dua tahun.
Berikut daftat dubes RI yang dilantik:
1. Toferry Primada Soetikno, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Meksiko Serikat, merangkap Belize, Republik El Savador, dan Republik Guatemala
2. Dwisuryo Indroyono Soesilo, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Amerika Serikat
3. Andhika Chrisnayudhanto, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Federasi Brasil
4. Abdul Kadir Jailani, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Federal Jerman
5. Judha Nugraha, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Persatuan Emirat Arab
6. Imam As’ari, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Ekuador
7. Umar Hadi, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi-Organisasi Internasional lainnya di New York, dan
International Seabed Authority (ISA)
8. Sidharto Reza Suryodipuro, sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Trade Organization (WTO), dan Organisasi-Organisasi Internasional lainnya di Jenewa