Profil Delapan Duta Besar RI yang Baru Dilantik Prabowo di Istana Negara
Siapa saja delapan duta besar itu dan bagaimana latar belakang masing-masing?
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik delapan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (25/8/2025). Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 75/P Tahun 2025. Sebelum dilantik, para calon duta besar telah menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi I DPR. Dalam acara tersebut, Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan para duta besar. Mereka berkomitmen untuk menjunjung tinggi etika jabatan, melaksanakan perintah pemerintah pusat, serta bertanggung jawab penuh sebagai perwakilan Indonesia di luar negeri. Setelah pengambilan sumpah, Prabowo menyalami satu per satu duta besar yang baru saja dilantik. Berikut adalah profil singkat kedelapan duta besar tersebut:
1. Toferry Primanda Soetikno - Dubes RI untuk Meksiko, merangkap Belize, El Salvador, dan Guatemala
Toferry Primanda Soetikno merupakan seorang diplomat yang berkarir di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Sebelum dipercaya menjadi duta besar, ia telah menjabat di berbagai posisi di luar negeri dan memiliki pengalaman yang mendalam dalam hubungan bilateral maupun multilateral. Menurut informasi dari situs resmi Kemlu RI, Toferry pernah menjabat sebagai Kepala Perwakilan KJRI Frankfurt dari April 2018 hingga Juli 2020.
2. Dwisuryo Indroyono Soesilo -- Dubes RI untuk Amerika Serikat
Dwisuryo Indroyono Soesilo bukanlah sosok baru dalam pemerintahan. Ia adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada era Presiden Joko Widodo. Lahir di Bandung pada 27 Maret 1955, Dwisuryo memiliki pengalaman yang luas. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Teknik Geologi ITB pada tahun 1978, kemudian melanjutkan studi di Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science di bidang Remote Sensing dari University of Michigan pada tahun 1981, serta gelar Doktor di bidang Geologic Remote Sensing dari University of Iowa pada tahun 1987. Dikutip dari laman Merdeka.com, puncak kariernya adalah saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja dari 27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015.
3. Andhika Chrisnayudhanto -- Dubes RI untuk Brasil
Andhika Chrisnayudhanto lahir pada 26 Mei 1972 dan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dalam bidang politik dan hubungan internasional. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Politik (1996) dan Sarjana Hukum Privat (1999) dari National University. Selanjutnya, ia melanjutkan studi di Monash University, Australia, dan berhasil mendapatkan gelar Master dalam Foreign Affairs and Trade (2000).
Dikutip dari situs Linkedin, karier diplomatik Andhika dimulai pada tahun 1997 di Kementerian Luar Negeri. Ia pernah bertugas di Delegasi Indonesia untuk PBB di Wina, menjabat sebagai attase, Third Secretary, dan Second Secretary.
Di dalam negeri, ia memimpin subdirektorat yang menangani transnasional organized crime serta perjanjian politik dan keamanan regional. Pada April 2017, Andhika dipindahkan ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai Direktur Kerja Sama Wilayah dan Multilateral, dengan tanggung jawab memperkuat kolaborasi regional dan multilateral. Ia juga terlibat aktif dalam penanganan jaringan bom Surabaya dan menjadi pembicara di forum keamanan internasional seperti Globsec 2018. Sejak 19 Juli 2019, Andhika menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, menggantikan Hamidin.
Abdul Kadir Jailani -- Dubes RI untuk Jerman
Abdul Kadir Jailani merupakan seorang diplomat Indonesia yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga ini memiliki pengalaman yang luas dalam dunia diplomasi, termasuk pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Kanada dan Wakil Tetap RI untuk International Civil Aviation Organization (ICAO).
Di Kementerian Luar Negeri, pria yang lahir pada 18 Maret 1966 ini juga memegang berbagai posisi strategis, seperti Direktur Perjanjian Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya serta Deputi Direktur Perjanjian Politik dan Keamanan. Hal ini sebagaimana dikutip dari laman unair.ac.id.
5. Judha Nugraha -- Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (UEA)
Judha Nugraha adalah sosok yang dikenal luas oleh media yang meliput isu perlindungan Warga Negara Indonesia. Sebelum diangkat menjadi Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha menjabat sebagai Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia di Kementerian Luar Negeri.
Sejak awal pandemi COVID-19 hingga berbagai konflik internasional, Judha selalu berada di garis depan untuk memastikan keselamatan WNI di luar negeri. Salah satu kontribusi pentingnya adalah evakuasi WNI dari Wuhan, Tiongkok, pada awal pandemi COVID-19 tahun 2020. Sejak saat itu, perannya semakin krusial dalam misi pemulangan WNI dari daerah konflik, termasuk Ukraina, Sudan, Gaza, dan Iran. Selain itu, Judha juga terlibat langsung dalam menyelamatkan korban penipuan online di Myawaddy, Myanmar, dan Kamboja, berperan dalam negosiasi untuk memastikan proses pemulangan berjalan dengan aman, serta menjamin WNI kembali ke tanah air dengan selamat.
6. Imam As'ari -- Dubes RI untuk Ekuador
Imam As'ari adalah diplomat Indonesia yang sebelumnya menjabat sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, Turki. Ia telah mengabdi di Kementerian Luar Negeri RI sejak 1994 dan memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam berbagai penugasan internasional maupun domestik, seperti yang disebutkan dalam Linkedin pribadinya. Sebelum menempati pos di Istanbul, Imam As'ari juga pernah menjabat sebagai Deputi Asisten untuk Kerja Sama Amerika dan Eropa di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dari tahun 2015 hingga 2019.
Karier diplomatiknya membawanya ke sejumlah kedutaan besar Indonesia, termasuk sebagai Counselor di KBRI Den Haag, Second Secretary di KBRI Canberra dan KBRI Port Moresby, serta Third Secretary di KBRI Abu Dhabi. Dengan pengalaman yang luas, Imam As'ari dikenal sebagai diplomat yang berpengalaman dan fokus pada penguatan hubungan bilateral serta kerja sama strategis Indonesia dengan berbagai negara.
Umar Hadi -- Dubes RI untuk PBB di New York
Umar Hadi merupakan seorang diplomat berpengalaman dengan lebih dari 25 tahun di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Sejak bulan Oktober 2014, ia menjabat sebagai Konsul Jenderal RI di Los Angeles. Dalam perjalanan kariernya, Umar Hadi telah mengisi berbagai posisi penting, seperti Direktur Urusan Eropa Barat dari tahun 2012 hingga 2014, Direktur Diplomasi Publik dari tahun 2005 hingga 2009, serta Wakil Direktur di Kantor Menteri Luar Negeri antara tahun 2001 dan 2005. Hal ini diungkapkan dalam kutipan dari situs Asia Society.
Di awal kariernya, ia juga berkontribusi dalam kantor ad-hoc Keketuaan Indonesia di Gerakan Non-Blok dari tahun 1992 hingga 1995. Sebelum diangkat sebagai Duta Besar RI untuk PBB di New York, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa di Kementerian Luar Negeri RI.
8. Sidharto Reza Suryodipuro -- Dubes RI untuk PBB di Jenewa
Sidharto Reza Suryodipuro adalah diplomat senior Indonesia yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di Kementerian Luar Negeri. Menurut informasi dari situs Linkedin pribadinya, sebelum dilantik sebagai Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal dan Pejabat Senior Indonesia untuk ASEAN sejak Januari 2021.
Ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk India dan Bhutan dari tahun 2017 hingga 2021, serta Deputy Chief of Mission di Kedutaan Besar RI di Washington DC antara tahun 2014 dan 2017. Dalam kariernya, Sidharto pernah memimpin koordinasi lintas kementerian saat Keketuaan Indonesia di APEC 2013 ketika ia menjabat sebagai Direktur di Kementerian Luar Negeri RI dari tahun 2010 hingga 2014.
Pengalaman diplomatiknya mencakup isu-isu strategis global, termasuk menjadi anggota delegasi Indonesia di Dewan Keamanan PBB dari tahun 2006 hingga 2009 dengan fokus pada konflik di Afrika, perdamaian, dan isu kemanusiaan. Selain itu, ia juga memiliki rekam jejak yang baik dalam memperkuat hubungan bilateral, termasuk penugasannya di Kedutaan Besar RI di Canberra dari tahun 2004 hingga 2006 dengan fokus pada hubungan ekonomi, investasi, pariwisata, serta kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Australia.