KH Anwar Zahid mengungkap kondisinya usai mobil yang ditumpanginya terlibat kecelakaan dengan truk di Jalan Raya Padangan–Ngawi, tepatnya di Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (10/8/2026) malam.
Insiden itu terjadi ketika arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup karena pekerjaan perbaikan jalan. Sejumlah kendaraan mengantre, dan mobil yang ditumpangi KH Anwar Zahid berada di barisan tersebut ketika sebuah truk datang dari belakang.
Peristiwa tercatat sekitar pukul 22.45 WIB. Toyota Alphard bernomor polisi S 148 AH yang ditumpangi KH Anwar Zahid melaju dari arah utara menuju selatan (Padangan ke Ngawi) dan berhenti di sekitar kawasan Tinggang untuk menunggu giliran melintas.
Advertisement
Kesaksian KH Anwar Zahid dan Kondisi Usai Kejadian
Dalam keterangannya usai kejadian, KH Anwar Zahid menjelaskan suasana di lokasi sebelum tubrukan terjadi.
"Waktu itu ada perbaikan jalan. Kemudian sudah ada beberapa mobil yang berhenti. Sopir saya juga berhenti di bagian belakang/di situ. Tiba-tiba ditabrak trailer," kata KH Anwar Zahid dalam keterangannya usai kecelakaan.
Ia merasakan dampak benturan yang membuat mobil menerima tekanan dari dua arah.
"Karena melaju kencang, akhirnya terjadi tabrakan, dari depan dan belakang. Saya kebetulan duduk di kursi tengah, jadi seperti terguncang/terlempar-lempar," ujarnya.
Usai kejadian, ia menyampaikan rasa syukur dan menyebut anjuran dokter agar beristirahat.
"Kalau dihitung secara matematis, wallahu a’lam, alhamdulillah saya masih diberi keselamatan dan kemudian mendapat tugas dari panjenengan. Saya oleh dokter diminta untuk beristirahat," katanya.
Kondisi tersebut membuat keluarganya cemas setibanya di rumah.
"Apalagi ketika sampai di rumah, keluarga menangis dan meminta saya pulang saja, pulang saja," tuturnya.
"Bahkan anak saya yang sedang di pondok datang dan menyuruh saya pulang. Saya sudah tidak kuat. Tetapi alhamdulillah masih sehat dan mendapat tugas untuk mengaji," ujar KH Anwar Zahid.
Advertisement
Temuan Awal Polisi Soal Kecelakaan di Padangan
Truk trailer bernomor polisi S 9491 UH diketahui dikemudikan pria berinisial W.P., warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
"Alphard saat itu sedang berhenti karena antrean buka-tutup akibat adanya pekerjaan perbaikan jalan," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian, dikutip Selasa (11/8/2026).
Truk yang datang dari arah belakang menabrak bagian belakang Alphard, mengakibatkan kerusakan pada sisi depan dan belakang kendaraan yang ditumpangi KH Anwar Zahid.
"Diduga pengemudi truk mengantuk sehingga tidak mampu menguasai laju kendaraannya," ujar Ipda Septian.
Petugas kepolisian melakukan penanganan dan pemeriksaan untuk memastikan rangkaian peristiwa serta penyebab kecelakaan.