Fakta Angka: Gubernur Sulsel Ajukan Rp233 Miliar untuk Anggaran Pembangunan Gedung DPRD Sulsel Pasca-Dibakar Massa
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengajukan Rp233 miliar untuk anggaran pembangunan gedung DPRD Sulsel yang dibakar massa. Berapa sebenarnya total kerugian akibat demo?
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengajukan permohonan anggaran yang signifikan. Dana sebesar Rp233 miliar ini diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan kembali gedung DPRD Sulsel.
Pengajuan ini merupakan respons cepat setelah gedung wakil rakyat tersebut hangus dibakar massa. Insiden pembakaran terjadi saat berlangsung unjuk rasa pada Sabtu, 30 Agustus lalu, di Makassar.
Langkah ini diambil untuk memastikan operasional dewan dapat kembali normal secepatnya. Meskipun demikian, kepastian alokasi dan jumlah bantuan dari pusat masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Detail Pengajuan Anggaran dan Estimasi Kerugian Nasional
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa pengajuan anggaran sebesar Rp233 miliar tersebut telah disesuaikan dengan hasil perhitungan yang dilakukan oleh pihak provinsi. "Kita usulkan sesuai dengan hasil hitungan kita dan sudah kita ajukan ke Kementerian PU. Dari kementerian, beritanya tahun ini (dialokasi). Insyaallah, mudah-mudahan sesuai apa yang disampaikan," ujar Andi Sudirman kepada wartawan.
Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi Sulsel belum dapat memastikan berapa jumlah anggaran yang akan disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Pihak provinsi hanya bertugas mengajukan usulan, sementara keputusan akhir berada di tangan pemerintah pusat.
Pengajuan ini juga terkait dengan estimasi kerugian nasional akibat insiden serupa di berbagai daerah. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya menyebutkan perhitungan awal kerugian mencapai Rp900 miliar, namun setelah perhitungan lebih cermat, nilainya mencapai Rp1 triliun. "Tapi, itu masih secara berita kita baca. Kita tunggu saja hasil balasan suratnya. Sudah dihitung semua, itu di-cover (ditalangi) kementerian. Kita ajukan Rp233 miliar," tambah Gubernur.
Koordinasi Pusat dan Solusi Kantor Sementara
Di sisi lain, Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Rachmatika Dewi, yang akrab disapa Cicu, mengemukakan bahwa lembaganya telah mengonsultasikan masalah anggaran pembangunan gedung DPRD Sulsel dengan pemerintah pusat. Konsultasi ini melibatkan beberapa pihak terkait, termasuk Balai Cipta Karya dan Ditjen Otda Kemendagri.
Cicu menambahkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum akan segera melakukan survei untuk perhitungan segala sesuatu terkait pembiayaan dan pembangunan. "Insyaallah dalam waktu dekat dari Kementerian PU akan melakukan survei perhitungan segala sesuatu terkait dengan pembiayaan dan pembangunan lainnya," ucap legislator perempuan tersebut.
Sambil menunggu proses pembangunan kembali, DPRD Sulsel akan menempati kantor sementara. Rencananya, Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel di kawasan perkantoran Dinas Prasarana Umum milik Pemprov Sulsel akan digunakan sebagai kantor sementara. Diperkirakan pembangunan kembali gedung DPRD Sulsel akan membutuhkan waktu paling cepat setahun.
Sumber: AntaraNews