Dasco: Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI Bukan Usulan Presiden, Tapi Gubernur BI
Selain itu, Dasco memastikan Thomas sudah mundur dari pengurus Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmj Dasco menyebut bahwa munculnya nama Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia bukan usulan dari Presiden Prabowo Subianto, melainkan dari usulan Gubernur BI.
"Kemudian presiden meneruskan surat gubernur BI itu kepada DPR untuk kemudian dilakukan fit and proper. Jadi usulan nama-nama itu bukan dari presiden tetapi dari gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).
Selain itu, Dasco memastikan Thomas sudah mundur dari pengurus Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025.
"Jadi efektif 31 Desember sudah mengajukan pengunduran diri dari pengurus partai, sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri per 31 Desember 2025," tegasnya.
Terkait adanya ketakutan adanya intervensi terkait pencalonan Thomas dari Prabowo lantaran ada hubungan keluarga, Dasco memastikan hal tersebut tidak benar.
"Kalau dikatakan ada intervensi misalnya dari presiden pengusulan itu kemudian dari gubernur BI. Dan kemudian tentunya masyarakat perlu tahu bahwa pengambilan keputusan di BI itu adalah kolektif kolegial. Jadi ya bagaimana kemudian seorang deputi bisa mengambil keputusan-keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain itu tidak mungkin," katanya.
Fit and Proper Test Mulai Jumat
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun dalam konferensi yang menyatakan proses fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, akan digelar Jumat (23/1).
Salah satu yang akan mengikuti tes adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. Terkait status Thomas yang disebut masih menjadi anggota partai, Misbakhun menyatakan syarat sebagai calon deputi sepenuhnya sudah terpenuhi, termasuk mundur dari parpol.
"Saya sudah memastikan bahwa semua proses yang berjalan saat ini itu sudah proper secara aturan perundangan soal kemudian keanggotaan partai politik, kemudian sebagai pengurus partai politik sudah dipastikan bahwa sejak awal itu sudah terpenuhi mengenai surat pengunduran diri, mengenai posisi-posisi yang ada pada keanggotaan di partai itu sudah tidak berjalan," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).
Misbakhun menyatakan semua persyaratan sudah Thomas penuhi, dan pihaknya sudah mengonfirmasi langsung ke yang bersangkutan.
"Saya sudah melakukan konfirmasi kepada beliau yang bersambutan, kemudian konfirmasi kepada Gubernur Bank Indonesia bahwa memang pengusulan itu datang dari Gubernur Bank Indonesia," kata dia.
Track Record Thomas Djiwandono
Selain itu, Misbhakun menilai Thomas memiliki kapablitas dan track record yang cocok sebagai calon deputi.
"Aspek baik itu dalam dunia pemerintahan, dunia bisnis maupun kegiatan-kegiatan beliau di partai sebelum beliau mengundurkan diri sehingga menurut saya itu adalah sebuah track record yang kredibel, beliau dalam kapasitas memadai untuk mengembang jabatan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dari latar belakang keluarga dan latar belakang pendidikan beliau sangat memandai untuk itu," pungkasnya.