Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono menyatakan bakal serius mengemban tugas barunya di bank sentral. Thomas Djiwandono mengaku telah meninggalkan Partai Gerindra sebelum proses seleksi Deputi Gubernur Bank Indonesia dilakukan DPR.
Pria yang akrab disapa Tommy ini menceritakan telah melepas jabatan sebagai Bendahara Umum Gerindra pada Maret 2025. Bahkan, kini dia sudah tidak lagi berstatus sebagai anggota partai didirikan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Maret 2025 saya sudah tidak menjadi Bendahara Umum. Sebelumnya saya Bendahara Umum Gerinda 17 tahun. Nah, tanggal 31 Desember tahun lalu itu saya keluar dari keanggotaan Gerindra," ujar Tommy di kompleks DPR, Jakarta, Senin (26/1).
Advertisement
Janji Independen
Atas dasar itu, Tommy meyakinkan publik siap menjalankan tugas di Bank Indonesia yang menuntut independensi.
Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1999, yang diperkuat oleh UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
"Pertama bahwa undang-undang independensi Bank Indonesia itu sangat kuat. Kedua, saya melalui semua proses yang harus dilakukan berdasarkan undang-undang itu," kata Tommy.
Adapun Thomas Djiwandono ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Thomas Djiwandono menyingkirkan dua kandidat lainnya, yakni Solikin M Juhro dan Dicky Kartikoyono.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, keputusan itu merupakan hasil musyawarah mufakat seluruh fraksi dalam rapat internal, tanpa adanya catatan.
"Semua secara musyawarah mufakat. Tidak ada catatan sama sekali, bahkan banyak catatan-catatan yang masuk justru adalah catatan yang sangat positif," ujar Misbakhun di kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (26/1).
Meskipun belum punya rekam jejak di sektor moneter, anggota parlemen percaya bahwa keponakan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut bisa mengkombinasikan pengalamannya di bidang fiskal.
"Jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu adalah jabatan kolektif kolegial di dalam sebuah forum Dewan Gubernur. Jadi menurut saya pengalaman di monetary policy itu bisa diperkuat ketika Pak Thomas itu mempunyai pengalaman di fiscal policy. Jadi saling melengkapi," ujar dia.
Advertisement