Menkeu Purbaya Bantah Anggapan Thomas Djiwandono dan Juda Agung Tukar Guling Jabatan
Menkeu Purbaya membantah isu tukar jabatan antara Juda Agung dan Thomas Djiwandono. Ia menegaskan pergantian posisi terjadi karena penugasan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan adanya tukar guling jabatan antara Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono.
Ia menyebut pergantian posisi tersebut terjadi karena penugasan, bukan skema pertukaran jabatan.
“Bukan tukar guling, kebetulan aja,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2).
Menurut Purbaya, baik Juda maupun Thomas memiliki kapasitas untuk menduduki masing-masing jabatan tersebut. Ia menegaskan tidak ada proses tukar-menukar jabatan di balik pergantian tersebut.
“Kemampuan Pak Juda bisa menggantikan Pak Thomas ditaruh di situ daripada saya pusing-pusing cari. Saya enggak tahu kalau seperti itu. Saya enggak tahu, enggak ada urusan,” tutur Purbaya.
Juda Agung: Bukan Mendadak
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan. Usai pelantikan, Juda menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia dilakukan karena penugasan baru di Kementerian Keuangan.
“Alasan pengunduran diri jelas karena saya ditugaskan sebagai Wakil Menteri Keuangan,” kata Juda kepada wartawan di Istana Negara Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Juda menegaskan dirinya tidak dapat merangkap jabatan karena posisi Deputi Gubernur BI dan Wakil Menteri Keuangan berada pada dua otoritas yang berbeda.
“Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dua otoritas yang berbeda,” jelasnya.
Ia juga memastikan proses pengunduran diri tersebut bukan keputusan mendadak, melainkan sudah dipersiapkan sebelumnya.
“Bukan mendadak. Betul, betul,” ucap Juda.