Profil Lengkap Juda Agung, Eks Deputi Gubernur BI yang Dilantik Prabowo Jadi Wamenkeu
Juda Agung masuk ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengisi kursi ditinggalkan Thomas Djiwandono, yang kini menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Teka-teki mengenai perombakan tim ekonomi kabinet akhirnya terjawab. Sosok bankir senior, Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (5/2).
Juda Agung masuk ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengisi kursi ditinggalkan Thomas Djiwandono, yang kini menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Sebelum resmi dilantik Prabowo hari ini, sosok Juda Agung telah dibocorkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa termasuk salah satu nama dipertimbangkan mengisi posisi Wamenkeu.
Purbaya mengakui telah bertemu langsung dengan Juda Agung. Dari pertemuan tersebut, nama Juda disebut sebagai kandidat memiliki peluang besar untuk mengisi jabatan tersebut.
"Kelihatannya (Juda Agung). Kan saya sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya," kata Purbaya usai menghadiri Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/1).
Lantas, siapakah sosok Juda Agung? Berikut ulasan lengkapnya sebagaimana dirangkum merdeka.com, dari pelbagai sumber, Kamis (5/2).
Pendidikan Juda Agung
Juda Agung lahir di Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 16 Agustus 1964. Menginjak usia 61 tahun, dia memiliki latar belakang pendidikan unik dan cemerlang.
Kendati lahir di provinsi berjuluk bumi borneo, Juda Agung menamatkan tingkat SMA di Surakarta. Juda Agung kemudian menempuh pendidikan tinggi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia mengambil jurusan Teknik Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian dan lulus pada tahun 1987.
Selepas meraih gelar sarjana, Juda Agung banting setir mendalami ilmu ekonomi dengan melanjutkan pendidikan ke University of Birmingham, Inggris. Di sana, dia mengambil konsentrasi Money, Banking and Finance dan meraih gelar Master pada tahun 1995 dengan predikat 'distinction'.
Pendidikannya tak berhenti sampai di situ. Dia melanjutkan studi S3 di kampus yang sama hingga meraih gelar Doktor pada tahun 1999 dengan disertasi berjudul 'Financial Deregulation and Monetary Policy in Indonesia'.
Juda Agung juga tercatat pernah mengambil pendidikan eksekutif di sejumlah kampus top dunia, seperti Harvard University, Kellogg School of Business, hingga Hitotsubashi University.
Perjalanan Karier di Bank Indonesia
Rekam jejak karier Juda Agung hampir seluruhnya dihabiskan di lingkungan Bank Indonesia. Kariernya dimulai sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
Pada tahun 1992-1993, dia sempat menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda. Sekembalinya dari tugas belajar S3 (1999-2002), Juda Agung meniti karier sebagai peneliti ekonomi hingga menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia pada periode 2003-2006.
Kariernya terus menanjak saat Gubernur BI Agus Martowardojo melantiknya sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter pada Februari 2014. Dia juga sempat dipercaya memimpin wilayah sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.
Pada 1 Januari 2020, Juda Agung dipromosikan menjadi Asisten Gubernur BI bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial. Puncaknya, pada 6 Januari 2022, dia resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Selain itu, dia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 23 September 2025.
Kini di awal tahun 2026, Juda Agung membawa segudang pengalaman moneternya tersebut untuk mengemban tugas baru sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Artikel ini ditulis reporter magang: Muhammad Naufal Syafrie