Kolaborasi Retail Modern Alfamidi, Bank Sampah, dan KUEP Perkuat Ekonomi Pesisir Likupang
Alfamidi berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk Likupang dan KUEP Sarawet untuk memperkuat ekonomi pesisir melalui penanaman mangrove, bagian dari program Kampung Merdeka Alfamidi.
Kolaborasi strategis antara retail modern Alfamidi, Bank Sampah Induk Likupang, dan Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) Sarawet kini semakin memperkuat ekonomi di pesisir Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Inisiatif ini berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal. Penanaman ribuan pohon mangrove menjadi salah satu pilar utama dalam upaya bersama ini.
Penanggung jawab Bank Sampah Induk Likupang, Yudith Rondonuwu, menjelaskan bahwa bantuan ribuan pohon mangrove dari retail modern tidak hanya bertujuan menjaga alam. Lebih dari itu, program ini juga menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Likupang. Pemantauan rutin akan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan mangrove optimal.
Bibit mangrove yang ditanam merupakan jenis Rhizophora, atau bakau lokal, yang banyak tersebar di kawasan pesisir Likupang. Jenis mangrove ini dikenal memiliki peran vital dalam ekosistem pesisir. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan dampak positif ganda bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Likupang
Kolaborasi Retail Modern Bank Sampah KUEP ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta dan komunitas lokal dapat bersinergi untuk tujuan yang lebih besar. Melalui program ini, Alfamidi mendukung upaya Bank Sampah Induk Likupang dan KUEP Sarawet dalam menciptakan lingkungan pesisir yang lestari dan masyarakat yang berdaya. Fokus utama adalah penanaman mangrove yang memiliki banyak manfaat.
Yudith Rondonuwu menegaskan pentingnya monitoring bibit mangrove yang ditanam. "Bantuan ribuan pohon mangrove dari retail modern ini selain menjaga alam, juga menjadi sumber ekonomi masyarakat pesisir Likupang," katanya. Pihaknya bersama komunitas lingkungan berkomitmen untuk memastikan mangrove tumbuh dengan baik.
Sebanyak 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora, yang merupakan bakau lokal, telah ditanam di kawasan pesisir Likupang. Mangrove ini tidak hanya berfungsi sebagai penahan abrasi pantai yang vital. Lebih dari itu, ekosistem mangrove juga menjadi tempat tinggal bagi berbagai biota laut dan burung, mendukung keanekaragaman hayati.
Kehadiran mangrove dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi warga pesisir. Potensi ini berasal dari hasil laut yang hidup di sekitar ekosistem mangrove dan juga peran ekologisnya. Selain itu, daun mangrove juga berperan dalam menghasilkan oksigen, berkontribusi pada kualitas udara lokal.
Komitmen Alfamidi dalam Program Lingkungan Berkelanjutan
Bank Sampah Induk Likupang memberikan apresiasi tinggi kepada retail modern Alfamidi atas konsistensinya. Alfamidi dinilai telah menggelar program-program yang berpihak pada kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Kemitraan ini dianggap sangat berharga bagi upaya pelestarian di wilayah tersebut.
“Kami sangat beruntung bermitra dengan retail tersebut yang terus berkomitmen menjalankan program berbasis pada lingkungan,” ujar Yudith Rondonuwu. Kemitraan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diintegrasikan dengan model bisnis modern. Kolaborasi Retail Modern Bank Sampah KUEP ini menjadi bukti nyata.
Branch Manager Alfamidi Manado, Achmad Basuki, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam pesisir. "Tentunya kami harus melakukan secara bersama-sama, karena merawat alam adalah tanggung jawab kita bersama," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi di balik program yang dijalankan.
Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian integral dari program "Kampung Merdeka Alfamidi". Program ini menjadikan desa sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah plastik dan upaya penghijauan lingkungan. "Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat pesisir dengan menanam 1.000 mangrove," jelas Achmad Basuki.
Sumber: AntaraNews