Wakapolda Jateng Tegaskan Komitmen Integritas dalam Seleksi SIPSS Polda Jateng 2026
Petugas seleksi penerimaan SIPSS Polda Jateng 2026 menandatangani pakta integritas, menegaskan komitmen Polri untuk mewujudkan rekrutmen yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Petugas penyelenggara seleksi penerimaan siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) 2026 tingkat Polda Jawa Tengah telah menandatangani pakta integritas di Semarang pada Kamis, 23 Januari 2026. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan proses rekrutmen yang bersih dan transparan. Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman menegaskan pentingnya integritas dalam setiap tahapan seleksi tersebut.
Penandatanganan pakta integritas ini bertujuan untuk mewujudkan proses rekrutmen anggota Polri yang objektif, profesional, dan berintegritas. Brigjen Pol. Latif Usman menyatakan bahwa SIPSS adalah jalur strategis Polri untuk menjaring sumber daya manusia unggul dari kalangan sarjana. Calon pemimpin Polri masa depan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, termasuk di era digital yang terus berkembang.
Pakta integritas ini secara spesifik mencakup komitmen untuk melaksanakan seluruh tugas dan kewenangan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, pakta ini juga menegaskan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam bentuk apapun. Seluruh rangkaian seleksi SIPSS dipastikan dilaksanakan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
Komitmen Integritas dalam Seleksi SIPSS
Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol. Latif Usman, menekankan bahwa penandatanganan pakta integritas merupakan upaya fundamental untuk menjaga kepercayaan publik. Komitmen ini memastikan bahwa setiap tahapan seleksi berjalan sesuai koridor hukum dan etika yang berlaku, serta bebas dari segala bentuk penyimpangan. Proses rekrutmen anggota Polri haruslah menghasilkan individu-individu yang berkualitas dan berintegritas tinggi.
"Kami ingin memastikan proses rekrutmen anggota Polri berjalan secara objektif, profesional, dan berintegritas," kata Brigjen Pol. Latif Usman. Pernyataan ini menjadi landasan utama bagi seluruh panitia dan pihak terkait dalam menjalankan tugasnya. Tujuannya adalah menghasilkan calon perwira yang benar-benar layak dan mampu mengemban amanah sebagai penegak hukum.
SIPSS dipandang sebagai jalur strategis untuk merekrut sarjana dengan keahlian khusus yang dibutuhkan Polri. Mereka adalah calon pemimpin Polri yang akan menghadapi berbagai tantangan kompleks di masa depan, termasuk adaptasi terhadap era digital. Oleh karena itu, integritas dalam proses seleksi menjadi krusial untuk mendapatkan talenta terbaik.
Prinsip BETAH dan Pengawasan Ketat
Brigjen Pol. Latif Usman memastikan bahwa seluruh rangkaian seleksi SIPSS dilaksanakan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Prinsip ini menjadi pedoman utama dalam setiap tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran hingga penetapan kelulusan. Penerapan prinsip BETAH diharapkan dapat menciptakan proses yang adil bagi semua peserta, tanpa ada diskriminasi.
Untuk menjamin objektivitas dan keadilan, seleksi SIPSS melibatkan pengawas dari internal dan eksternal. Kehadiran pengawas ini berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya proses seleksi, memastikan tidak ada celah untuk praktik curang. Hal ini juga menunjukkan keseriusan Polri dalam menciptakan rekrutmen yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Pengawasan ketat ini bertujuan untuk mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dapat merusak integritas institusi. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku, baik bagi panitia maupun peserta. Peserta dan orang tua diingatkan untuk tidak mencoba mempengaruhi panitia seleksi melalui cara-cara yang tidak etis.
Peringatan Keras terhadap Praktik Curang
Wakapolda Jateng memberikan peringatan keras kepada peserta dan orang tua agar tidak mencoba mempengaruhi panitia seleksi. Upaya mempengaruhi panitia melalui rekomendasi atau praktik suap dalam bentuk apa pun akan berakibat fatal bagi pihak yang terlibat. Polri berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk kecurangan demi menjaga marwah seleksi.
"Bila terbukti melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya. Sanksi ini berlaku bagi siapa saja yang terlibat dalam praktik tidak terpuji, tanpa pandang bulu. Penegasan ini merupakan bagian dari upaya menjaga marwah institusi Polri dan memastikan proses seleksi yang bersih.
Seleksi SIPSS adalah kesempatan bagi sarjana terbaik untuk bergabung dengan Polri secara meritokrasi dan berkontribusi pada negara. Oleh karena itu, kejujuran dan integritas dari semua pihak sangat diharapkan untuk menghasilkan anggota Polri yang berkualitas. Proses seleksi yang bersih akan menghasilkan perwira yang dapat diandalkan dan dipercaya oleh masyarakat.
Sumber: AntaraNews