Polda Sulawesi Utara secara tegas menyatakan akan mendiskualifikasi peserta seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) yang terbukti menggunakan koneksi atau sponsor. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Irwasda Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Amin Litarso di Manado pada Jumat, 23 Januari.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas seleksi penerimaan SIPSS. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
Irwasda Kombes Pol Amin Litarso, didampingi Karo SDM Kombes Pol Slamet Waloya dan Kabid Propam Kombes Pol Reindolf Unmehopa, menekankan pentingnya aspek 'clear and clean'. Hal ini bertujuan untuk menciptakan proses seleksi yang jujur dan adil bagi semua calon perwira.
Advertisement
Advertisement
Kombes Pol Amin Litarso menegaskan larangan keras bagi seluruh peserta seleksi SIPSS untuk tidak menggunakan sponsor atau koneksi dari pihak manapun. Pelanggaran terhadap aturan ini akan berakibat langsung pada diskualifikasi tanpa toleransi.
Peringatan ini menjadi bagian integral dari komitmen Polri untuk menjaga integritas dan kredibilitas proses rekrutmen. Setiap upaya untuk memanipulasi hasil seleksi akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Tim pengawas internal maupun eksternal diharapkan menjalankan tugas pengawasan secara ketat dan berkesinambungan. Pengawasan ini mencakup setiap tahapan seleksi demi memastikan tidak ada celah untuk praktik kecurangan.
Advertisement
Advertisement
Kapolda melalui Irwasda menegaskan bahwa seluruh proses seleksi SIPSS akan dilaksanakan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Prinsip ini menjadi landasan utama dalam setiap tahapan rekrutmen calon perwira.
Pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas bukanlah sekadar seremonial belaka. Ini merupakan bentuk keterbukaan Polri kepada publik dan komitmen kuat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.
Salah satu isi penting dari pakta integritas adalah komitmen tegas untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) selama proses seleksi berlangsung. Hal ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memerangi praktik-praktik tidak terpuji.
Advertisement
Advertisement
Animo peserta yang mendaftar pada seleksi SIPSS tahun ini tercatat sebanyak 32 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 22 pria dan 10 wanita, menunjukkan minat yang cukup tinggi dari berbagai kalangan.
Dari total pendaftar, sebanyak 3 peserta pria telah dinyatakan terverifikasi pada tahap awal. Para calon perwira ini akan melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat dan komprehensif.
Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan administrasi awal, tes kesehatan, tes psikologi, hingga sidang kelulusan. Proses ini akan dilaksanakan baik di tingkat daerah (Panda) maupun tingkat pusat untuk menjaring kandidat terbaik.
Advertisement
Advertisement
Irwasda mengingatkan para orang tua atau wali peserta seleksi SIPSS agar tidak mudah mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan. Imbalan uang atau bentuk gratifikasi lainnya tidak akan menjamin kelulusan.
Peserta diharapkan menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan fokus pada kemampuan pribadi. Kesiapan mental yang tangguh, yakni siap lulus dan siap tidak lulus, sangat diperlukan dalam menghadapi setiap tahapan seleksi.
Integritas proses seleksi menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, setiap peserta diimbau untuk bersaing secara jujur dan mengandalkan kemampuan diri sendiri demi meraih kesempatan menjadi bagian dari Polri.
Advertisement
Sumber: AntaraNews