VIDEO: Demul Angkat Anak Korban Ledakan Garut, Janji Kasih Pendidikan Sampai Kuliah
Selain itu, anak dari salah satu korban ledakan juga menceritakan ayahnya. Anak tersebut mengaku masih duduk dibangku SMA.
Ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, memakan korban hingga 13 orang. Para korban terdiri dari 4 anggota TNI dan 9 warga sipil. Salah satu warga, yang juga adik dari korban, menceritakan kronologi sebelum ledakan terjadi.
Warga tersebut bercerita, biasanya amunisi direndam air laut agar lebih cepat berkarat dan tidak meledak. Hal tersebut diketahuinya, karena menjadi buruh yang membantu TNI membuka amunisi. Warga tersebut mengakui mendapat upah Rp100 ribu hingga Rp150 ribu setiap harinya.
Dia dan adiknya sudah 10 tahun menjalani profesi itu. Dia pun tak menyangka, adiknya menjadi salah satu korban ledakan amunisi TNI.
Selain itu, anak dari salah satu korban ledakan juga menceritakan ayahnya. Anak tersebut mengaku masih duduk dibangku SMA.
Mendengar pengakuannya, Dedi Mulyadi meminta wanita tersebut menjadi anak angkatnya. Dedi Mulyadi juga mengatakan kesanggupannya untuk membiayai hingga kuliah.