TNI Beri Beasiswa untuk Anak Prajurit Korban Ledakan Amunisi di Garut
Selain beasiswa, TNI juga memberikan santunan kepada keluarga prajurit korban ledakan amunisi di Garut.
Sebanyak empat orang prajurit TNI Angakatan Darat (AD) ikut menjadi korban ledakan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cigalong, Garu, Jawa Barat pada Senin (12/5) kemarin.
Sebagai bentuk duka cita, TNI bakal memberikan santunan kepada pihak keluarga korban termasuk beasiswa.
"TNI memastikan bahwa seluruh hak prajurit TNI yang menjadi korban akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku, seperti santunan kematian khusus, pensiun, dan beasiswa bagi anak korban," kata Kapuspen TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi melalui keterangannya, Rabu (14/5).
Dalam insiden ledakan saat pemusnahan amunisi ini, bukan hanya empat anggota TNI yang menjadi korban tewas. Ada juga sembilan warga sipil.
Kristomei mengatakan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban warga sipil.
"Panglima TNI juga memberikan tali asih kepada keluarga prajurit TNI, dan warga sipil yang pemberiannya diwakili oleh Pangdam III/Siliwangi,” ujar dia.
Penyebab Ledakan Masih Diselidiki
Kristomei melanjutkan, pihak Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) saat ini tengah melakukan penyelidikan insiden ledakan amunisi yang memakan 13 korban jiwa.
Kristomei menegaskan proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa itu dilakukan di lahan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat yang memang kerap dijadikan lokasi pemusnahan.
"Lokasi pemusnahan merupakan lahan milik BKSDA yang secara rutin digunakan untuk kegiatan serupa sesuai prosedur keamanan yang berlaku. TNI berkomitmen mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan serta akan memperketat pengawasan kegiatan pemusnahan amunisi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," terang dia.