TNI Tanggung Jawab Bantu Proses Pemakaman 13 Korban Meninggal Akibat Ledakan Amunisi di Garut

Sebanyak 13 orang meninggal dalam kejadian tersebut, dengan rincian 4 prajurit TNI dan 9 warga sipil.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
TNI Tanggung Jawab Bantu Proses Pemakaman 13 Korban Meninggal Akibat Ledakan Amunisi di Garut
TNI Tanggung Jawab Bantu Proses Pemakaman 13 Korban Meninggal Akibat Ledakan Amunisi di Garut (Merdeka.com)

TNI Angkatan Darat (AD) memastikan bertanggung jawab penuh terhadap penanganan para korban meninggal dunia akibat ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat. Tercatat, sebanyak 13 orang tewas dalam kejadian tersebut, dengan rincian 4 prajurit TNI dan 9 warga sipil.

"TNI AD bertanggung jawab secara penuh untuk membantu semua proses penanganan dan pemakaman para korban, baik yang berasal dari jajaran TNI AD maupun yang dari masyarakat sekitar," tutur Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana kepada wartawan, Selasa (13/5).

Wahyu mengatakan, jenazah Kepala Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Kolonel Korps Peralatan Antonius Hermawan akan dibawa ke rumah duka Bekasi, Jawa Barat, dan disemayamkan di kampung halamannya yakni Sleman, Yogyakarta.

Kemudian, jenazah Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Mayor Korps Peralatan Anda Rohanda akan dibawa ke kediaman Cileunyi, Bandung, Jawa Barat.

Selanjutnya, jenazah Anggota Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Kopda Eri Dwi Priambodo akan dibawa ke kediaman Temanggung, Jawa Tengah.

Serta jenazah Anggota Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Pratu April Setiawan akan dibawa ke Pulau Mongondow, Sulawesi Utara.

"Untuk korban yang berasal dari masyakarat sekitar, setelah ada izin dari tim medis nanti akan dibawa oleh pihak keluarga masing-masing, dimakamkan di TPU yang ada di desa sekitar," jelas dia.

Wahyu memohon doa dari semua pihak agar persemayaman dan pemakaman 13 korban meninggal dunia akibat ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, dapat berjalan lancar. Termasuk juga untuk kegiatan investigasi yang digelar kembali hari ini.

"Nanti pada kesempatan berikutnya saya akan memberikan informasi perkembangan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tim investigasi," Wahyu menandaskan.

Rekomendasi