Update Korupsi Dana MBG di Kalibata
"Ada beberapa, kurang lebih 3 yang sudah kita mintai keterangan," tambah Polisi.
Polres Metro Jakarta Selatan sudah memeriksa tiga orang saksi terkait permasalahan Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu mitranya yang belum dibayarkan oleh Yayasan MBN. Kasus itu saat ini diketahui masih dalam tahap penyelidikan.
"Jadi memang untuk kasus itu masih terus dalam proses penyelidikan dan juga sudah kita mintai keterangan-keterangan dari pihak pelapor," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih kepada wartawan, Jakarta, Senin (28/4).
"Ada beberapa, kurang lebih 3 yang sudah kita mintai keterangan," tambahnya.
Sekolah Dipanggil
Selain itu, dalam permasalahan yang sudah dilaporkan ke pihaknya itu akan dilakukan pemanggilan terhadap sekolah yang menerima makan atau MBG hingga terlapor.
"Kemudian ke depan juga akan kita panggil ya dari pihak sekolahan yang menerima makan. Kemudian juga dari terlapor juga yayasan. Nanti akan juga kita panggil," ujarnya.
Pemanggilan itu rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Namun, tidak disebut secara pasti kapan waktunya.
"Dekat-dekat ini. Jadi enggak lama lagi, karena ini sudah terjadwal nanti akan kita panggil. Karena kan enggak bisa berbarengan, jadi nanti jadwal untuk waktunya," jelasnya.
"(Terlapornya) kemungkinan minggu-minggu ini akan dipanggil," pungkasnya.
Rugi Nyaris Rp1 Miliar
Sebelumnya, program MBG tersandung masalah. Kali ini, salah satu mitra dapur makanan bergizi gratis yang berlokasi di Kalibata Jakarta Selatan mengaku belum mendapatkan haknya dari Yayasan MBN.
Hal itu disampaikan Danna Harly selaku kuasa hukum dari Ira Mesra Destiawati pemilik dari dapur makanan bergizi.
"Klien kami tidak mendapatkan dana sepeser pun atas kerja sama yang dilakukan. Kami mendesak Yayasan MBN untuk segera mambayarkan hak mitra dapur Kalibata yang didzolimi," kata Harly saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (16/4).
Harly menjelaskan, kliennya bekerja sama dengan pihak Yayasan MBN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak bulan Februari-Maret 2025 dan sudah memasak kurang lebih 65.025 porsi MBG yang terbagi dalam 2 tahap (Februari dan Maret).
"Total kerugian sejauh ini sejauh ini Rp975.375.000, itu baru dua tahap makanya kita sekarang coba ngomong ke media, coba ngomong ke masyarakat supaya pemerintah aware, baru dua tahap saja sudah seperti ini berarti sudah harus ada pembetulan-pembetulan dalam pelaksanaan MBG supaya ke depannya tidak lagi seperti ini," tutur Harly.