Trivia: Penurunan IHSG Pasca Reshuffle Kabinet Hanya Sementara, Ini Kata Menteri Ekonomi
Meskipun IHSG Pasca Reshuffle Kabinet mengalami penurunan, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan ini hanya sementara.
Jakarta, 9 September 2024 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan setelah pengumuman reshuffle Kabinet Merah Putih. Penurunan ini memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar.
Pada Selasa sore, IHSG ditutup melemah sebesar 138,24 poin atau 1,78 persen, mencapai level 7.628,61. Sementara itu, indeks LQ45 juga tergelincir 13,66 poin atau 1,74 persen menjadi 769,93, melanjutkan tren pelemahan yang sudah terlihat sejak perdagangan Senin.
Merespons situasi ini, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa penurunan IHSG pasca reshuffle kabinet ini bersifat sementara. Ia menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan akan terus memantau perkembangan situasi.
Optimisme di Tengah Gejolak Pasar
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tidak terpengaruh oleh gejolak pasar yang terjadi. "Kita akan melihat bagaimana situasi berkembang," ujar Hartarto usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa.
Pelemahan indeks pasar saham ini terjadi menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Sri Mulyani dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Pergantian ini menjadi sorotan utama yang memicu reaksi pasar.
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang baru, menanggapi reaksi negatif pasar terhadap penunjukannya sebagai hal yang wajar. Ia menyatakan bahwa fluktuasi pasar adalah bagian dari dinamika ekonomi yang sudah ia pahami betul.
"IHSG turun itu normal. Mungkin investor khawatir, tapi saya sudah lebih dari 15 tahun di pasar. Saya tahu betul bagaimana memperkuat ekonomi," kata Sadewa pada Senin. Ia juga mengungkapkan optimisme bahwa pasar akan kembali stabil dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Menanti Kebijakan Fiskal Menteri Keuangan Baru
Terpisah, Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa investor saat ini sedang dalam mode wait-and-see, menanti kebijakan fiskal yang akan diterapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pasar ingin melihat arah kebijakan yang jelas dan konsisten.
"Pelaku pasar mengadopsi pendekatan wait-and-see terhadap kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Mereka mencari konsistensi dalam arah fiskal dan kemampuannya untuk bersinergi serta berkomunikasi dengan otoritas moneter guna menjaga kepercayaan pasar," jelas catatan riset tersebut.
Kepercayaan pasar sangat bergantung pada kemampuan Menteri Keuangan baru dalam menjaga stabilitas dan menciptakan sinergi yang baik. Komunikasi yang efektif dengan Bank Indonesia dan lembaga keuangan lainnya menjadi kunci untuk meredakan kekhawatiran investor dan mengembalikan optimisme.
Sumber: AntaraNews