Optimisme Menkeu Purbaya: IHSG Diprediksi Menguat di Pembukaan Senin, Jauh dari Zona Merah

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yakin IHSG akan menguat pada pembukaan Senin (2/2), menepis kekhawatiran pasar. Simak alasan di balik optimisme Menkeu Purbaya terhadap IHSG!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Optimisme Menkeu Purbaya: IHSG Diprediksi Menguat di Pembukaan Senin, Jauh dari Zona Merah
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yakin IHSG akan menguat pada pembukaan Senin (2/2), menepis kekhawatiran pasar. Simak alasan di balik optimisme Menkeu Purbaya terhadap IHSG! (AntaraNews)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan keyakinan kuat terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang pembukaan perdagangan Senin (2/2). Ia optimistis IHSG akan meninggalkan zona merah dan bergerak menuju level hijau. Pernyataan ini disampaikan Purbaya kepada awak media di Wisma Danantara Jakarta pada Sabtu malam.

Keyakinan Menkeu Purbaya muncul di tengah dinamika pasar yang sempat menimbulkan kekhawatiran investor. Kekhawatiran tersebut terutama dipicu oleh pengunduran diri beberapa pejabat penting di lingkungan bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara beruntun. Namun, Purbaya menegaskan bahwa sistem tata kelola yang ada mampu mengatasi situasi ini.

Menurut Purbaya, fundamental ekonomi Indonesia yang kuat menjadi dasar utama optimismenya. Ia juga menyoroti respons cepat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK dalam memastikan keberlanjutan operasional. Hal ini diharapkan mampu meredakan ketidakpastian dan mendorong IHSG kembali ke jalur penguatan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa kekhawatiran pasar beberapa waktu terakhir lebih disebabkan oleh dinamika manajemen bursa. Pengunduran diri Iman Rachman dari posisi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu pemicunya. Situasi ini sempat menciptakan ketidakpastian di kalangan investor.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki sistem tata kelola yang dirancang dengan baik. Sistem ini memungkinkan proses pergantian pejabat dapat berjalan efisien tanpa mengganggu manajemen maupun operasional bursa. Kecepatan respons ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasar modal.

Purbaya meyakini bahwa setelah pasar melihat efisiensi tata kelola tersebut, fokus akan kembali pada fundamental ekonomi. Ia menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi bagus dan terus diperbaiki. Bahkan, ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat didorong mendekati 6 persen.

Keyakinan ini didasari pada siklus bisnis yang menunjukkan bahwa setelah menyentuh titik terendah, pasar memiliki ruang penguatan yang besar. Meskipun peluang koreksi selalu ada, Purbaya menilai peluang tersebut sangat kecil. Fondasi ekonomi yang solid dan respons kebijakan yang cepat menjadi modal kuat untuk pertumbuhan lebih kencang.

Sebelumnya, pada Jumat (30/1), serangkaian pengunduran diri pejabat tinggi di sektor keuangan terjadi secara beruntun. Dimulai dengan pengumuman pengunduran diri Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI pada pagi hari. Kejadian ini sontak menarik perhatian pelaku pasar.

Pada sore harinya, sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bersama dua petinggi pasar modal lainnya juga mengumumkan pengunduran diri. Disusul kemudian oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara pada pukul 21.00 WIB. Rentetan pengunduran diri ini sempat memicu spekulasi di pasar.

Namun, OJK bergerak cepat untuk mengisi kekosongan tersebut. Pada Sabtu (31/1), OJK menetapkan Friderica Widyasari Dewi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Selain itu, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon. Sementara itu, BEI berencana mengumumkan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama sebelum pembukaan perdagangan Senin (2/2).

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi