Tragis, Dua Pegawai Koperasi Tewas Usai Tagih Kredit
Peristiwa nahas ini bermula ketika Melany datang ke rumah Godlief sekitar pukul 17.00 Wita untuk melakukan penagihan kredit.
Dua orang warga Kupang dilaporkan meninggal dunia setelah terseret banjir di Sungai Hueknutu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (7/5) malam tadi malam.
Kedua korban diketahui bernama Godlief Babnesi (48), warga Dusun Upbatan, Kabupaten Kupang, dan Melany Amelia Nenobesi (23), seorang pegawai koperasi PNM Takari yang berdomisili di Kelurahan Kolhua, Kota Kupang.
"Ya kejadiannya tadi malam sekitar pukul 19.00 Wita, dan semua korban sudah ditemukan," jelas Kapolsek Takari Ipda Fardan Adi Nugroho, Kamis (8/5).
Menurut Ipda Fardan, peristiwa nahas ini bermula ketika Melany datang ke rumah Godlief sekitar pukul 17.00 Wita untuk melakukan penagihan kredit. Usai menagih, Melany berencana kembali ke kantor meskipun telah diperingatkan oleh istri Godlief agar menunda perjalanan karena hujan deras, yang sebabkan sungai sedang meluap.
Godlief bersama tiga warga lainnya, Jitro Babnesi (16), Sosten Bani (18), dan Nitanel Lete (17) bersama- sama membantu Melany menyeberangi sungai. Ketiga saksi menyeberang terlebih dahulu dan berhasil mencapai seberang.
Namun saat Godlief dan Melany menyusul, keduanya terseret arus deras sebelum sempat mencapai daratan. Warga yang mendapat laporan dari para saksi segera melapor ke Polsek Takari.
Anggota jaga yang tiba di lokasi berkoordinasi dengan petugas medis Puskesmas Huebunif untuk upaya pencarian dan pertolongan. Sekitar pukul 21.30 Wita, jasad Godlief ditemukan di dalam sungai Dusun Upbatan, sekitar 1 Kilometer dari lokasi korban hanyut.
Pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dengan menolak otopsi.
Pencarian terhadap Melany dilanjutkan hingga hari ini dan sekitar pukul 05.00 Wita, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Dusun Tuapisa, sekitar 10 Kilometer dari titik awal hanyut.
Pemeriksaan medis di Puskesmas Takari juga tidak menemukan unsur kekerasan. Keluarga korban menerima kematian Melany sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah kemudian dibawa ke Kota Kupang untuk dimakamkan.
Sungai yang menelan korban jiwa tersebut memiliki lebar sekitar 30 Meter dengan ketinggian air saat kejadian antara 1 hingga 1,5 meter. Jarak dari rumah Godlief ke sungai diperkirakan sejauh 500 meter.
"Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas di sekitar sungai saat cuaca ekstrem dan banjir," tutup Ipda Fardan.