Tragedi Cikalong: Wabup Tasikmalaya Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Wajib Higienis!
Kasus keracunan siswa di Tasikmalaya usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai perhatian Wabup Asep Sopari Al Ayubi. Ia tegaskan MBG harus higienis demi keselamatan.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyoroti insiden keracunan yang menimpa sejumlah siswa di Kecamatan Cikalong. Insiden ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka. Pihaknya menekankan pentingnya aspek higienitas dalam pelaksanaan program tersebut.
Laporan mengenai siswa SD dan PAUD yang mengalami gejala keracunan diterima pada Jumat, menyusul konsumsi MBG pada Kamis (18/9). Gejala yang dialami meliputi sakit perut, pusing, mual, dan muntah-muntah. Kejadian ini memicu kekhawatiran serius dari pemerintah daerah.
Menanggapi kasus tersebut, Asep Sopari Al Ayubi meminta pengelola program, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat, untuk lebih kompeten. Ia menegaskan bahwa kelalaian dalam menjaga kebersihan dan proses pengolahan makanan tidak dapat ditoleransi.
Prioritas Higienitas dan Profesionalisme dalam Program MBG
Asep Sopari Al Ayubi menekankan pentingnya perhatian serius terhadap unsur higienis dan cara mengolah makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. "Tidak boleh lalai, dan harus betul-betul memperhatikan, pertama dari unsur higienis, yang kedua dari cara mengolah," kata Asep Sopari Al Ayubi. Hal ini disampaikan menyusul kasus keracunan yang diduga berasal dari menu MBG.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif nasional yang strategis dan menjadi prioritas pemerintah. Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat harus memiliki perhatian serius terhadap pelaksanaannya. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara aman dan efektif.
Pihak yang terlibat dalam penyaluran MBG diminta untuk memperhatikan banyak aspek krusial. Ini termasuk pengadaan barang pangan, proses pengolahan, hingga tahap pendistribusian makanan. Setiap tahapan harus dilakukan dengan cermat untuk mencegah insiden serupa.
Selain itu, penyaluran MBG juga harus tepat waktu agar dapat diterima oleh anak-anak di sekolah. Kandungan gizi yang baik sangat penting untuk pertumbuhan mereka. "Jadi, harus dihindari betul semua kekurangan atau kesalahan, karena ini menyangkut kepada jiwa manusia," tegasnya.
Pembentukan Satuan Tugas dan Pengawasan Kualitas MBG
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah mempersiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBG. Satgas ini akan memiliki tugas utama untuk mengawasi pelayanan dan melakukan pemetaan terhadap wilayah layanan program. Ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan kualitas dan keamanan.
Salah satu tugas penting Satgas MBG adalah memastikan bahan baku pangan bersumber dari daerah Tasikmalaya. Bahan baku lokal tersebut harus memiliki kualitas yang bagus. "Kita akan pastikan sumber bahan bakunya dari lokal, dan tentunya memiliki kualitas yang baik," jelas Asep Sopari Al Ayubi.
Kepala Polsek Cikalong, AKP Dede Darmawan, menyatakan bahwa pihaknya bersama petugas kesehatan terus memantau. Mereka juga menangani siswa yang menjadi korban keracunan makanan. Penanganan medis dilakukan di puskesmas setempat.
Hingga saat ini, tercatat ada 13 siswa yang mengeluhkan sakit setelah menyantap makanan dari program MBG. Gejala yang dialami para siswa meliputi sakit perut, pusing, mual, dan muntah-muntah. Semua korban telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Sumber: AntaraNews