Dinkes Tetapkan Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis Aceh Selatan sebagai KLB
Belasan pelajar di Aceh Selatan dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis, kasus ini ditetapkan Dinkes sebagai Kejadian Luar Biasa.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Selatan menetapkan dugaan keracunan belasan pelajar sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Insiden ini terjadi setelah para siswa menyantap menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan. Penetapan KLB ini menandai keseriusan penanganan kasus di wilayah tersebut.
Sebanyak 18 anak sekolah, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dilarikan ke rumah sakit. Mereka membutuhkan perawatan medis intensif akibat gejala yang muncul. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat setempat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Faizah Abbas, mengungkapkan bahwa kasus ini merupakan yang pertama di Aceh Selatan terkait dugaan keracunan MBG. Pihak Dinkes segera mengambil langkah cepat untuk menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut. Penanganan medis dan investigasi terus berjalan untuk memastikan keamanan pangan.
Penanganan Medis dan Gejala yang Dialami Pelajar
Setelah insiden dugaan keracunan, belasan pelajar segera mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Sebanyak 14 siswa harus menjalani rawat inap, sementara sisanya diperbolehkan rawat jalan. Kondisi kesehatan para siswa terus dipantau secara ketat oleh tim medis.
Gejala yang dialami para pelajar meliputi mual, muntah, dan sakit perut yang muncul tidak lama setelah mengonsumsi makanan. Secara medis, mereka didiagnosis mengalami obs vomitur atau observasi muntah hebat. Beberapa siswa juga menunjukkan reaksi alergi berupa urtikaria, ditandai dengan bentol kemerahan dan gatal.
Faizah Abbas menjelaskan bahwa kombinasi gejala tersebut kerap mengarah pada dugaan keracunan makanan atau reaksi alergi akut. Makanan yang diduga menjadi penyebab adalah mi, bakso, dan es kacang yang disajikan dalam program MBG. Hasil pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat mengkonfirmasi penyebab pasti.
Investigasi Dinkes dan Temuan Awal di Dapur Produksi
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan langsung melakukan inspeksi ke dapur produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gampong Ujung Padang Asahan. Dapur ini merupakan tempat asal makanan program MBG yang dikonsumsi para pelajar. Investigasi ini bertujuan mencari tahu akar masalah dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis Aceh Selatan.
Dari hasil peninjauan awal, fasilitas dapur tersebut diketahui belum mengantongi sertifikat layak higienis dan sanitasi (SLHS). Kondisi ini menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan untuk menentukan apakah ada kaitannya dengan insiden keracunan yang terjadi. Ketiadaan sertifikasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keamanan pangan.
Petugas Dinkes telah mengambil sampel sisa makanan dan bahan produksi dari lokasi kejadian untuk diuji di laboratorium. Pengujian ini sangat penting guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk tindakan selanjutnya dan penegakan regulasi.
Tanggapan Pihak Penyelenggara Program MBG
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi belasan anak sekolah tersebut berasal dari Yayasan Ruang Kito Basamo. Distribusi makanan dilakukan melalui SPPG Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja. Pihak penyelenggara turut memberikan tanggapan terkait kejadian yang menimpa para pelajar.
Kepala SPPG Ujung Padang Asahan, Isfulriza Yanda, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada para orang tua dan belasan anak sekolah yang terdampak. Beliau menyatakan kesiapan untuk melakukan evaluasi serius jika terbukti ada kelalaian dari pihak mereka. Tanggung jawab atas insiden ini menjadi perhatian utama.
Isfulriza Yanda juga menambahkan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan. Hasil tersebut akan menjadi acuan penting untuk langkah evaluasi dan perbaikan program MBG ke depannya. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam penanganan kasus ini.
Sumber: AntaraNews