Polres Aceh Selatan Selidiki Dugaan Keracunan MBG Belasan Pelajar
Polres Aceh Selatan tengah menyelidiki dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa belasan pelajar usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pasie Raja.
Banda Aceh, 4 Maret 2026 – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Selatan tengah melakukan penyelidikan intensif terkait dugaan insiden keracunan makanan yang dialami oleh belasan pelajar. Kejadian ini terjadi setelah para pelajar mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.
Insiden dugaan keracunan makanan ini pertama kali dilaporkan pada Jumat (27/2) sore, ketika 18 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Seksi Humas Polres Aceh Selatan, Ipda Syarif, mengonfirmasi bahwa kepolisian telah memulai penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti keracunan tersebut.
Makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja. SPPG tersebut diketahui dikelola oleh Yayasan Ruang Kito Basamo, yang kini menjadi salah satu fokus dalam proses penyelidikan yang dilakukan pihak berwajib.
Penyelidikan Menyeluruh oleh Polres Aceh Selatan
Polres Aceh Selatan memastikan bahwa proses hukum akan berjalan paralel dengan penanganan medis terhadap para korban dan evaluasi teknis dapur penyedia makanan. Tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti relevan yang dapat membantu dalam mengungkap kasus ini.
Ipda Syarif menambahkan bahwa pihaknya akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. Pemanggilan ini bertujuan untuk mengumpulkan keterangan yang komprehensif dari semua pihak yang terlibat, sebelum menarik kesimpulan hukum mengenai insiden dugaan keracunan MBG ini.
Langkah-langkah penyelidikan ini menunjukkan komitmen Polres Aceh Selatan dalam menangani kasus ini secara serius. Mereka berupaya untuk memastikan transparansi dan keadilan bagi para korban serta mencari tahu akar permasalahan yang menyebabkan insiden keracunan makanan pada pelajar tersebut.
Operasional Dapur SPPG Dihentikan Sementara
Menanggapi insiden ini, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Aceh Selatan, Yona Violiska, menyatakan bahwa operasional dapur SPPG Ujung Padang Asahan telah dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan setelah tim BGN turun langsung ke lokasi SPPG untuk melakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh.
Hasil temuan dari pemeriksaan tersebut telah dilaporkan secara berjenjang ke tingkat yang lebih tinggi dalam struktur BGN. Yona Violiska menegaskan bahwa penghentian operasional dapur SPPG akan berlaku hingga adanya keputusan resmi yang dikeluarkan melalui sistem informasi kesehatan dan gizi nasional, Tauwas Care.
Langkah penghentian sementara ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan standar keamanan pangan terpenuhi. BGN, sebagai lembaga pemerintah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 untuk melaksanakan tugas pemenuhan gizi nasional, memiliki tanggung jawab besar dalam pengawasan program seperti MBG.
Sumber: AntaraNews