Disdik Palembang Buka Suara Soal Siswa Keracunan MBG, Ancam Tempuh Jalur Hukum
Disdik Palembang akan lebih ketat dalam upaya pengawasan terhadap layanan MBG di setiap sekolah.
Keracunan yang dialami empat siswa SMP Negeri 31 Palembang usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) beberapa hari lalu mendapat kecaman dari Dinas Pendidikan setempat. Kasus ini bisa saja diproses secara hukum yang berlaku.
Kepala Disdik Palembang Muhammad Affan Prapanca mengungkapkan, keselamatan dan keamanan anak didik sebagai penerima manfaat MBG merupakan hal paling utama. Karena itu dia prihatin terjadinya keracunan yang dialami para siswa.
"Yang paling utama adalah keselamatan dan keamanan siswa," kata Kadisdik Palembang Muhammad Affan Prapanca, Rabu (4/2).
Affan menyebut pihaknya akan lebih ketat dalam upaya pengawasan terhadap layanan MBG di setiap sekolah. Dia tak ingin kejadian tersebut kembali terulang yang membahayakan jiwa para siswa.
Terkait langkah hukum yang diambil, Affan menyebut masih menunggu haskl pemeriksaan sampel makanan oleh Dinas Kesehatan. Jika terbukti ada kelalaian, bukan tidak mungkin dilanjutkan ke proses hukum.
"Terkait pelaporan, kepala sekolah telah melapor ke Babinsa. Jika diperlukan, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum (lapor polisi)," tegas Affan.
Operasional Dapur MBG Disetop Sementara
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang Nurya Hartika mengungkapkan, pasca kejadian operasional SPPG terkait telah dihentikan sementara. Dapur itu belum diizinkan menyalurkan MBG sebelum hasil uji laboratorium keluar.
"Alhamdulillah siswa-siswa yang terdampak sudah sehat dan tidak memerlukan perawatan lanjutan," kata Nurya.
Nurya menyebut KPPG memastikan tanggung jawab dan standar keamanan pangan terpenuhi dalam program MBG. Terkait menu makanan, Nurya mengatakan penyusunannya dilakukan ahli gizi setiap pekan berdasarkan angka kecukupan gizi yang ditetapkan pemerintah.
"Kami akui ini menjadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi kami untuk terus melakukan evaluasi ke seluruh SPBG di wilayah kerja agar pemantauan berjalan sesuai standar dan kebutuhan gizi anak-anak," pungkas Nurya.