BGN Pecat Kepala SPPG Lampung Terkait Kasus Pelecehan Anak, Tegaskan Nol Toleransi
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas memecat kepala Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) di Lampung Timur menyusul kasus dugaan pelecehan anak, menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan anak dan program makanan bergizi gratis.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah memecat kepala Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pemecatan ini menyusul dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang anak yang melibatkan oknum tersebut. Insiden ini terjadi di bawah program Makanan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah.
Wakil Kepala BGN, Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa lembaga tersebut segera menindaklanjuti laporan kasus ini. Pelaku kini telah ditahan oleh pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. BGN menunjukkan respons cepat terhadap insiden serius ini.
Deyang menyatakan bahwa BGN tidak mentolerir tindakan melanggar hukum dan tidak manusiawi. Keputusan pemecatan diambil sebagai bentuk komitmen BGN terhadap keselamatan dan kesejahteraan anak-anak. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi BGN.
Tindakan Tegas BGN Terhadap Pelaku
BGN mengambil langkah cepat setelah menerima laporan dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Lampung Timur. Pelaku, yang merupakan kepala SPPG, langsung diberhentikan dari jabatannya. Tindakan ini menunjukkan keseriusan BGN dalam menanggapi pelanggaran serius.
Wakil Kepala BGN, Sudaryati Deyang, menegaskan kebijakan nol toleransi terhadap tindakan melanggar hukum dan tidak manusiawi. Ia menekankan bahwa BGN tidak akan berkompromi dengan perbuatan tersebut. Pelaku saat ini berada dalam tahanan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
BGN sepenuhnya mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Harapannya, kasus ini dapat diproses secara transparan sesuai peraturan yang berlaku. Lembaga ini juga berharap keadilan dapat ditegakkan bagi korban.
Komitmen BGN dalam Perlindungan Anak
Deyang memastikan bahwa BGN sangat berkomitmen terhadap keselamatan dan kesejahteraan anak-anak. Hal ini sejalan dengan peran penting BGN dalam program makanan bergizi gratis sebagai layanan publik. Perlindungan anak menjadi prioritas utama bagi BGN.
BGN menghormati semua proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian. Mereka berharap kasus ini dapat diproses secara menyeluruh untuk menegakkan keadilan bagi korban. Kasus ini juga diharapkan menjadi peringatan bagi semua pemangku kepentingan.
Program prioritas nasional di Lampung Timur telah kembali berjalan normal. Hal ini terjadi setelah penggantian pimpinan SPPG yang baru. Pelaku ditangkap atas dugaan pelecehan siswa SD berusia sembilan tahun pada Januari 2026.
Evaluasi dan Pencegahan Kasus Serupa
Terkait aspek pencegahan, BGN akan terus mengevaluasi seleksi personel yang terlibat dalam operasional SPPG. Pemantauan ketat akan dilakukan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Ini adalah langkah proaktif untuk mencegah insiden serupa.
Kasus ini mendorong BGN untuk memperkuat proses seleksi, pendampingan, dan pengawasan. Semua pelaksana program di lapangan akan dievaluasi secara menyeluruh. Tujuannya adalah memastikan kepatuhan terhadap standar integritas, moral, dan profesionalisme.
Penguatan ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah. BGN bertekad untuk memastikan bahwa setiap individu yang terlibat memiliki integritas tinggi. Ini demi kelancaran dan keberhasilan program makanan bergizi gratis.
Sumber: AntaraNews