Kementerian Kesehatan Targetkan 666 Ribu Penjamah Makanan MBG Ikuti Pelatihan Keamanan Pangan

Kementerian Kesehatan mengalokasikan kuota pelatihan keamanan pangan gratis bagi 666.000 penjamah makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan standar higienis dan keamanan pangan di seluruh Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kementerian Kesehatan Targetkan 666 Ribu Penjamah Makanan MBG Ikuti Pelatihan Keamanan Pangan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menawarkan 666.000 kuota Pelatihan Penjamah Pangan Kemenkes gratis untuk seluruh Indonesia, bertujuan meningkatkan kompetensi dan menjamin keamanan pangan di dapur SPPG. Jangan lewatkan kesempatan emas ini! (AntaraNews)

Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan kuota pelatihan gratis bagi 666.000 penjamah makanan. Pelatihan ini ditujukan untuk unit layanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi di bawah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan MBG yang telah ditetapkan. Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr. Then Suyanti, menekankan pentingnya perluasan jangkauan program peningkatan kapasitas ini.

Pelatihan ini dapat diakses secara gratis dan tersedia 24 jam sehari melalui platform digital yang disediakan. Kuota pelatihan yang besar ini akan tetap tersedia hingga akhir tahun ini, memberikan kesempatan luas bagi para penjamah makanan.

Dr. Then Suyanti menjelaskan bahwa pelatihan penanganan makanan dapat diakses melalui portal sistem manajemen pembelajaran Kementerian Kesehatan, Plataran Sehat. Plataran Sehat dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di Indonesia. Mekanisme yang digunakan adalah massive open online course (MOOC), memungkinkan peserta belajar secara mandiri dan fleksibel.

Dalam program ini, penjamah makanan ditawarkan delapan jam pelajaran standar yang komprehensif. Materi pelatihan mencakup kebijakan keamanan pangan, praktik kebersihan pribadi, hingga sanitasi peralatan yang digunakan dalam proses penyiapan makanan. Materi ini dirancang untuk memastikan pemahaman mendalam tentang praktik higienis yang krusial.

Sistem pelatihan tersebut dirancang fleksibel dengan metode pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Kementerian Kesehatan memberikan kesempatan bagi peserta yang belum lulus untuk mengulang materi secara terus-menerus hingga mencapai standar kelulusan yang ditetapkan.

“Kami ingin memastikan para penjamah pangan di seluruh pelosok Indonesia bisa mengikuti pelatihan ini tanpa terkendala biaya dan jarak,” kata Dr. Then Suyanti, menegaskan komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan keamanan pangan.

Dr. Then Suyanti mencatat bahwa pelatihan ini merupakan prasyarat penting bagi SPPG untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikasi ini krusial untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada masyarakat, khususnya penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis.

Meskipun kuota pelatihan mencapai 666.000 orang, pemanfaatan kuota tersebut masih tergolong rendah. Data menunjukkan baru sekitar 224.000 orang atau 33 persen yang telah mengakses pelatihan hingga saat ini.

“Sebenarnya tidak ada halangan bagi penjamah pangan untuk tidak terlatih,” tegas Suyanti, mendorong partisipasi aktif. Pihaknya telah meminta kepala SPPG atau yayasan yang mengelola dapur untuk membantu memfasilitasi para pekerjanya mengakses materi pembelajaran, terutama jika ada kendala teknologi.

Kementerian Kesehatan menggunakan program ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat sertifikasi sekitar 26.000 dapur MBG yang sudah berdiri di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan standar keamanan pangan nasional demi kesehatan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi