Tilang Manual Tetap Berlaku, Ini Daftar Pelanggaran yang Langsung Ditindak
Kombes Pol Komarudin, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa terdapat jenis pelanggaran yang tidak perlu bergantung pada sistem ETLE.
Polda Metro Jaya akan terus menerapkan sistem tilang manual selama Operasi Zebra Jaya 2025. Tilang ini diterapkan ketika ada pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kombes Pol Komarudin, selaku Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa terdapat jenis pelanggaran tertentu yang tidak memerlukan penggunaan ETLE. Contohnya, ketika di malam hari ditemukan pengendara yang berkendara secara ugal-ugalan, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Ternyata, banyak pengemudi dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol.
“Tidak mungkin kita harus menunggu ETLE lagi. Ini langsung dilakukan tilang konvensional, termasuk pelanggaran-pelanggaran balap liar dan lain sebagainya,” ungkapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya pada hari Senin, 17 November 2025.
Jenis pelanggaran
Dia mengungkapkan bahwa terdapat setidaknya sebelas jenis pelanggaran yang menjadi fokus penegakan, termasuk penggunaan helm, pengendara yang masih di bawah umur, kecepatan berlebih, kendaraan tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), berkendara dalam keadaan mabuk, balapan liar, dan penyalahgunaan pelat khusus seperti pelat diplomatik palsu serta pelat TNI-Polri yang tidak sesuai dengan ketentuan.
"Ini di antara beberapa target operasi yang akan kita sasar selama 14 hari ke depan," ucapnya.
Komarudin menjelaskan bahwa Operasi Zebra akan dilaksanakan dengan proporsi 40% untuk tindakan preemptif, 40% untuk tindakan preventif, dan 20% untuk penegakan hukum, baik melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang konvensional. Untuk pelanggaran berat seperti berkendara dalam keadaan mabuk dan balapan liar, Komarudin menegaskan bahwa tilang manual akan tetap diterapkan.
"Penegakan hukum ini juga dibagi dari beberapa item, di antaranya penegakan hukum menggunakan ETLE statis, penegakan hukum dengan ETLE mobile, dan juga penegakan hukum dengan menggunakan tilang konvensional," ujarnya.
Kedisiplinan sangat penting dalam mencapai tujuan
Dia mengharapkan bahwa pelaksanaan operasi ini dapat kembali meningkatkan disiplin masyarakat Jakarta. Mengingat meningkatnya mobilitas pada akhir tahun, penertiban dianggap sangat penting untuk mencegah angka kecelakaan yang terus bertambah.
"Sehingga kita bisa menekan angka pelanggaran dan mudah-mudahan berdampak dari kita juga bisa menekan angka kecelakaan dan fatalitasnya," ujar dia.
Dengan demikian, diharapkan warga dapat lebih mematuhi aturan lalu lintas. Penertiban ini diharapkan tidak hanya mengurangi pelanggaran, tetapi juga berkontribusi untuk mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Upaya ini sangat penting untuk menjaga keselamatan semua pengguna jalan, terutama saat lalu lintas semakin padat menjelang liburan.