Polres Metro Tangerang Kota telah menegaskan bahwa seluruh penindakan selama pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2025 sepenuhnya mengandalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris, dalam keterangan resminya.
Operasi yang berlangsung sejak tanggal 17 hingga 22 November 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Selain itu, operasi ini juga diharapkan dapat secara signifikan menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Tangerang.
Selama periode tersebut, petugas telah mencatat ratusan pelanggaran lalu lintas yang terekam. Penindakan menggunakan ETLE statis dan mobile menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan ketertiban dan keamanan di jalan raya.
Advertisement
Advertisement
Dalam kurun waktu lima hari pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2025, Polres Metro Tangerang Kota berhasil mendata sejumlah besar pelanggaran lalu lintas. Data menunjukkan bahwa penindakan modern berbasis teknologi menjadi tulang punggung operasi ini. Total pelanggaran yang terekam mencapai angka ratusan, menunjukkan efektivitas ETLE.
AKBP Nopta Histaris merinci, sebanyak 283 pelanggaran berhasil terekam melalui ETLE statis yang tersebar di berbagai titik strategis. Sementara itu, 70 pelanggaran lainnya teridentifikasi melalui ETLE mobile yang dioperasikan oleh petugas di lapangan. Selain penindakan otomatis, petugas juga memberikan 277 teguran langsung kepada pengendara yang melanggar aturan.
Jenis pelanggaran yang paling mendominasi adalah yang dilakukan oleh pengendara kendaraan roda dua. Banyak di antaranya tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, atau menggunakan ponsel saat berkendara. Pelanggaran ini menjadi perhatian serius mengingat potensi bahayanya.
Advertisement
Berikut adalah rincian jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan selama Operasi Zebra Jaya 2025:
Untuk kendaraan roda empat, pelanggaran paling banyak tercatat adalah tidak menggunakan sabuk keselamatan. Sebanyak 180 kasus terkait pelanggaran ini menjadi perhatian khusus bagi petugas. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran pengemudi mobil akan pentingnya keselamatan.
Advertisement
Meskipun terjadi ratusan pelanggaran, Operasi Zebra Jaya 2025 juga mencatat adanya dua kejadian kecelakaan lalu lintas. Beruntungnya, kedua insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa atau luka berat. Petugas mendata bahwa hanya dua orang yang mengalami luka ringan.
Kerugian materiil akibat dua kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp2,2 juta. Angka ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam berkendara. Polres Metro Tangerang Kota terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui berbagai pendekatan.
Selain penindakan, petugas juga gencar melakukan kegiatan preemtif dan preventif untuk meningkatkan disiplin masyarakat. Pendekatan humanis dan edukasi menjadi kunci dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Ini sejalan dengan tujuan operasi untuk membangun kesadaran, bukan hanya menghukum.
Advertisement
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, termasuk 35 kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Sebanyak 334 lembar brosur keselamatan juga dibagikan kepada pengendara. Selain itu, 75 titik pemasangan spanduk himbauan dipasang di lokasi strategis untuk mengingatkan pengendara.
Tidak hanya itu, 825 kegiatan Turjawali (pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli) juga dilakukan secara intensif. Semua upaya ini menunjukkan komitmen Polres Metro Tangerang Kota dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib selama Operasi Zebra Jaya 2025.
Advertisement
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, menyatakan harapannya terhadap hasil Operasi Zebra Jaya 2025. Beliau berharap bahwa rangkaian kegiatan ini dapat secara signifikan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menaati peraturan lalu lintas. Kesadaran ini dianggap krusial untuk keselamatan bersama.
Peningkatan disiplin berlalu lintas diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota. Dengan penindakan yang konsisten menggunakan ETLE dan pendekatan edukatif, diharapkan perilaku berkendara masyarakat dapat berubah menjadi lebih baik.
AKBP Nopta Histaris menegaskan bahwa selama kegiatan Operasi Zebra Jaya 2025, Polantas senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dan edukasi. Filosofi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya takut akan sanksi, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews