Operasi Zebra Agung 2025 Dimulai, Polda Bali Terjunkan 1.067 Personel
Operasi Zebra Agung 2025, dilaksanakan selama 14 hari secara serentak di seluruh wilayah Provinsi Bali, mulai dari tanggal 17 sampai dengan 30 November 2024.
Polda Bali menggelar apel gelar pasukan Operasi Zebra Agung 2025 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya di Halaman Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Senin (17/11). Operasi Zebra Agung 2025 ini bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya mengatakan, saat ini lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan yang menjadi faktor esensial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Setiap kendaraan yang melintas membawa harapan, rezeki, dan cita-cita masyarakat. Namun, di balik dinamika itu, lalu lintas juga menyimpan potensi ancaman seperti pelanggaran, kelalaian, dan kecelakaan yang dapat mengubah kebahagiaan menjadi kesedihan," kata Irjen Daniel.
Laka Lantas 2025 Turun 4 Persen Dibanding 2024
Ia menerangkan, berdasarkan dari Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali, selama tahun 2023 sampai dengan 2024 terjadi peningkatan jumlah pelanggaran lalu lintas sebanyak 58 persen. Pelanggaran lalu lintas, didominasi oleh pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, serta parkir sembarangan.
"Hal inilah yang sering berujung fatal dan menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, berkat kerja keras dan sinergitas Polda Bali bersama stakeholder terkait, kasus laka lantas di tahun 2025 berhasil ditekan hingga mengalami penurunan sebesar 4 persen dibanding tahun 2024," imbuhnya.
Ia menyebutkan, mayoritas korban laka lantas adalah kalangan usia produktif, usia 17 sampai 40 tahun, dan disebabkan karena faktor pelanggaran dan kelalaian pengendara. Kemudian, Operasi Zebra Agung 2025, dilaksanakan selama 14 hari secara serentak di seluruh wilayah Provinsi Bali, mulai dari tanggal 17 sampai dengan 30 November 2024.
"Dengan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif yang dilaksanakan secara humanis. Di samping itu, sesuai arahan Kakorlantas Polri, Polda Bali juga melakukan penindakan secara elektronik baik statis maupun mobile, termasuk tilang manual secara terbatas atau terhadap penertiban balap liar dan lakalantas fatal," ujarnya.
"Operasi Zebra kali ini, melibatkan sebanyak 1.607 personel Polda Bali dan jajaran. Kegiatan ini memiliki makna strategis sebagai sarana konsolidasi dan final checking terhadap kesiapan personel maupun sarana prasarana yang dilibatkan," ujarnya.
WNA Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas
Sementara, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali, Kombes Pol Turmudi mengatakan, untuk data kecelakaan secara umum dari 2023 hingga 2024 mengalami kenaikan 58 persen.
"Tapi di 2024-2025 berkat kerjasama rekan-rekan di lapangan dengan instansi terkait dan tentunya edukasi masyarakat dan didukung dengan masyarakat mengalami penurunan 4 persen," ujarnya.
Kemudian, dari angka tersebut juga ada Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat kecelakaan tetapi angkanya tidak signifikan. Pihaknya juga mengimbau bagi turis mancanegara yang tidak pandai atau terampil mengendarai sepeda motor agar tidak mengendarai sepeda motor.
"Warga asing secara umum ada juga, terjadi peningkatan tapi tidak terlalu signifikan. Inilah kita untuk mengedukasi bersama bagaimana masyarakat kita juga, WNA juga yang memang kurang terampil mengendarai kendaraan bermotor, khususnya roda dua diimbau untuk tidak mengendarai kendaraan motor secara sendiri," ujarnya.
"Mungkin kalau sewa harus ada motorisnya. Ini dalam rangka melindungi WNA juga dan juga melindungi warga kita juga yang memiliki rental-rental motor atau kendaraan supaya tidak terjadi masalah," ujarnya.