Terungkap! Disnakertrans Jambi Akan Evaluasi Ketat Keahlian TKA Demi Pekerja Lokal
Disnakertrans Jambi akan melakukan evaluasi keahlian TKA secara ketat untuk memastikan dampak positif dan membuka peluang bagi pekerja lokal, sebuah langkah penting dalam pengawasan tenaga kerja.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi mengumumkan rencana penting untuk mengevaluasi keahlian tenaga kerja asing (TKA) di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memastikan keberadaan TKA memberikan kontribusi positif bagi iklim kerja perusahaan di daerah setempat. Rencana ini diungkapkan pada Selasa, 16 September, di Kota Jambi.
Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi, Ahmad Bastari, menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah posisi yang diisi TKA memang tidak dapat diisi oleh tenaga kerja lokal. Jika ada potensi pekerja lokal, maka hal tersebut akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Diskusi dengan pihak perusahaan akan segera dijadwalkan untuk mengetahui kebutuhan riil TKA.
Evaluasi ini juga akan memetakan keahlian spesifik yang dimiliki oleh TKA di perusahaan-perusahaan. Ini adalah upaya strategis pemerintah dalam mengawasi kebutuhan tenaga kerja dan memastikan keselarasan antara investasi dan pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan berdaya saing.
Pentingnya Evaluasi untuk Peluang Pekerja Lokal
Ahmad Bastari menegaskan bahwa evaluasi keahlian TKA ini krusial untuk memastikan tidak ada posisi yang seharusnya bisa diisi oleh tenaga kerja lokal justru dipegang oleh TKA. "Jika memang tidak ada tenaga kerja kita yang sesuai kualifikasi, itu tidak masalah. Tetapi kalau sebetulnya bisa diisi orang kita, ini harus dipertanyakan," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Pihak Disnakertrans berencana untuk segera berdiskusi dengan berbagai perusahaan di Jambi. Diskusi ini akan fokus pada identifikasi kebutuhan riil akan TKA serta potensi dan peluang yang bisa diisi oleh tenaga kerja lokal. Pendekatan proaktif ini diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat mengenai komposisi tenaga kerja dan kebutuhan keahlian.
Langkah evaluasi keahlian TKA ini juga berfungsi sebagai upaya pemetaan yang komprehensif. Pemerintah ingin memiliki gambaran jelas mengenai jenis keahlian yang dibawa oleh tenaga asing dan bagaimana hal tersebut dapat disinergikan dengan pengembangan keahlian pekerja lokal. Ini adalah bagian dari strategi pengawasan tenaga kerja yang lebih efektif dan berkelanjutan.
TKA di Jambi: Sektor dan Kualifikasi
Berdasarkan data terkini, tercatat ada 159 warga negara asing (WNA) yang saat ini bekerja di berbagai perusahaan besar di Provinsi Jambi. Mayoritas dari tenaga kerja asing ini beroperasi di sektor pertambangan dan energi. Mereka umumnya menempati posisi-posisi strategis dan teknis yang membutuhkan keahlian khusus dan pengalaman yang relevan.
Keterlibatan TKA dalam perusahaan penanaman modal asing (PMA) seringkali terkait erat dengan perjanjian investasi awal. Ahmad Bastari menjelaskan bahwa beberapa investor meminta karyawan tertentu dari negara asalnya untuk turut bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam memahami dinamika penempatan tenaga kerja asing di wilayah Jambi.
Disnakertrans Provinsi Jambi menekankan bahwa TKA yang bekerja di daerah haruslah tenaga ahli yang memiliki kemauan untuk melakukan transfer keahlian. Tujuan utamanya adalah agar pekerja lokal dapat menyerap pengetahuan dan keterampilan baru dari tenaga asing. "Setiap perusahaan punya standar sendiri. Tugas kami mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai, sesuai kualifikasi yang dibutuhkan," kata Bastari, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM lokal yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews