Tahukah Anda? STIH Manokwari Raih Paritrana Award 2025, Jadi Pelopor Jaminan Sosial Mahasiswa KKN di Papua Barat
STIH Manokwari berhasil meraih Paritrana Award 2025, sebuah pengakuan atas komitmennya dalam memberikan jaminan sosial bagi seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa KKN. Simak detailnya!
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Mereka berhasil meraih penghargaan prestisius Paritrana Award 2025 untuk kategori bidang pendidikan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen STIH Manokwari dalam mendukung Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Penghargaan tersebut secara langsung diserahkan oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani. Ia didampingi Kepala Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua BPJS Ketenagakerjaan, Kuncoro Budi Winarno. Acara penyerahan berlangsung di Sorong, Papua Barat Daya, pada hari Rabu, 3 September. Ini menandai pengakuan atas upaya signifikan STIH Manokwari.
STIH Manokwari diakui karena telah merealisasikan perlindungan sosial secara komprehensif. Perlindungan ini mencakup seluruh tenaga dosen dan staf administrasi kampus. Bahkan, mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga turut serta. Langkah ini sejalan dengan imbauan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Tujuannya adalah untuk menjamin seluruh ekosistem kampus.
Implementasi Jaminan Sosial di STIH Manokwari
Kuncoro Budi Winarno dari BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa STIH Manokwari telah mengimplementasikan jaminan sosial bagi tenaga dosen, administrasi, dan mahasiswa KKN. Keikutsertaan ini melalui program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja. Ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Kemdiktisaintek.
"Supaya ekosistem kampus mendapat jaminan sosial apabila terjadi sesuatu," kata Budi. Ketua STIH Manokwari, Filep Wamafma, menegaskan bahwa seluruh tenaga dosen dan administrasi sudah terakomodasi. Mereka mendapatkan perlindungan baik dari BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.
Filep Wamafma menyatakan bahwa STIH, sebagai lembaga pendidikan tinggi hukum, berkomitmen mematuhi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021. Instruksi ini berkaitan dengan Optimalisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. "Kami lembaga sosial bukan lembaga profit, tapi wajib mematuhi amanat konstitusi termasuk mengimplementasikan jaminan sosial," ujar Filep.
Peran Paritrana Award dan Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan
Paritrana Award, yang digagas pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan, memiliki tujuan lebih dari sekadar pengakuan. Penghargaan ini juga bertujuan mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya jaminan sosial bagi pekerja formal maupun informal. Ini adalah langkah strategis untuk memperluas cakupan.
BPJS Ketenagakerjaan telah menjalin kerja sama erat dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat. Kolaborasi ini bertujuan memperluas cakupan kepesertaan di lembaga pendidikan tinggi. "Kami bersama LLDIKTI menginventarisir ekosistem lembaga pendidikan di seluruh Tanah Papua supaya menjadi peserta program," ucap Budi.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manokwari, Gery Dame Malelak, menambahkan detail mengenai kepesertaan. Sebanyak 238 mahasiswa KKN telah didaftarkan dalam Program Jamsostek. Selain itu, kurang lebih 30 tenaga dosen dan administrasi juga telah terdaftar.
Motivasi bagi Perguruan Tinggi Lain di Papua Barat
Pencapaian Paritrana Award 2025 oleh STIH Manokwari diharapkan dapat menjadi inspirasi. Penghargaan ini memotivasi perguruan tinggi lainnya di Papua Barat. Tujuannya adalah agar mereka juga berperan aktif dalam memberikan perlindungan sosial.
Perlindungan ini sangat penting bagi dosen, tenaga administrasi, dan terutama mahasiswa KKN. Filep Wamafma menyoroti keunikan STIH Manokwari. "Tahun 2024 STIH Manokwari menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang beri perlindungan bagi mahasiswa KKN," kata Filep.
Keberhasilan STIH Manokwari menunjukkan bahwa komitmen terhadap jaminan sosial dapat diwujudkan. Ini juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Diharapkan semakin banyak institusi pendidikan yang mengikuti jejak STIH Manokwari.
Sumber: AntaraNews