Tahukah Anda? Pemprov Gorontalo Lanjutkan Penilaian Desa Antikorupsi di Tiga Desa Unggulan!
Pemprov Gorontalo serius melanjutkan penilaian Desa Antikorupsi di tiga desa percontohan. Simak bagaimana upaya mereka mewujudkan pemerintahan bersih dan transparan bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi hingga tingkat akar rumput. Melalui Tim Replikasi Desa Antikorupsi, Pemprov Gorontalo melanjutkan tahapan penilaian di Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis lalu. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi menyeluruh terhadap desa-desa percontohan antikorupsi di wilayah tersebut.
Penilaian ini dipimpin oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Gorontalo, Misranda Nalole, yang mewakili Sekretaris Daerah selaku ketua tim penilai. Desa Iloponu menjadi lokasi kedua yang disasar setelah sebelumnya tim melakukan penilaian di Desa Nanati Jaya, Gorontalo Utara. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa implementasi program antikorupsi berjalan sesuai harapan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Misranda Nalole menegaskan pentingnya verifikasi lapangan untuk menjamin akuntabilitas program. "Kami ingin memastikan dokumen data dukung yang dikirimkan ke KPK dan Inspektorat sesuai dengan kondisi riil di lapangan, serta memastikan masyarakat sudah merasakan pelayanan publik yang baik," ujarnya. Penilaian ini juga akan berlanjut ke Desa Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, sebagai lokasi terakhir.
Proses Penilaian dan Lokasi Prioritas Desa Antikorupsi
Tim Replikasi Desa Antikorupsi Provinsi Gorontalo menjalankan proses penilaian yang komprehensif untuk setiap Desa Antikorupsi. Penilaian ini mencakup verifikasi mendalam terhadap dokumen indikator desa antikorupsi yang telah diserahkan. Selain itu, tim juga melakukan klarifikasi langsung di lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya serta mewawancarai berbagai unsur masyarakat desa.
Unsur masyarakat yang diwawancarai meliputi perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga biasa, guna mendapatkan gambaran utuh tentang implementasi program. Tim penilai terdiri dari gabungan Inspektorat Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo. Mereka bekerja sama erat dengan perangkat daerah Kabupaten Gorontalo untuk memastikan objektivitas dan akurasi penilaian.
Setelah Desa Nanati Jaya di Gorontalo Utara dan Desa Iloponu di Kabupaten Gorontalo, fokus penilaian akan beralih ke Desa Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Ketiga desa ini dipilih sebagai percontohan karena dinilai memiliki potensi dan komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan transparan. Penilaian tahun 2025 ini diharapkan memberikan hasil yang akurat dan menjadi tolok ukur bagi desa-desa lain.
Komitmen Pemprov Gorontalo untuk Tata Kelola Bersih
Program Desa Antikorupsi yang digagas Pemprov Gorontalo ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah kabupaten. Asisten III Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, menilai bahwa kegiatan ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Kepercayaan publik adalah fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan dan pelayanan yang efektif.
Inisiatif Desa Antikorupsi di Provinsi Gorontalo ini sejalan dengan visi besar Gubernur Gusnar Ismail. Gubernur Gusnar Ismail memiliki harapan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di seluruh tingkatan pemerintahan. Hal ini termasuk pada level desa, yang merupakan garda terdepan pelayanan publik dan pembangunan di daerah.
Dengan adanya program ini, Pemprov Gorontalo berupaya menciptakan ekosistem pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi, mulai dari tingkat paling bawah. Harapannya, setiap Desa Antikorupsi dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menerapkan prinsip-prinsip integritas dan akuntabilitas. Ini adalah langkah nyata dalam membangun pemerintahan yang dipercaya dan melayani rakyat dengan sepenuh hati.
Sumber: AntaraNews