Tahukah Anda? Kafilah Kalsel Jalani Pemusatan Latihan Intensif Jelang STQH Nasional 2025
Kafilah Kalsel menjalani pemusatan latihan intensif di Banjarbaru untuk STQH Nasional 2025. Persiapan matang ini diharapkan membawa Kalsel meraih prestasi gemilang. Siapkah mereka mengharumkan nama daerah?
Kafilah qori dan qoriah dari Provinsi Kalimantan Selatan kini sedang fokus menjalani pemusatan latihan intensif. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan mereka sebelum diberangkatkan menuju Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Nasional ke-28. Pemusatan latihan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan serta mental para peserta.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sebanyak 21 qori dan qoriah terbaik dari 13 kabupaten/kota Kalsel mengikuti program ini. Mereka adalah para juara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi sebelumnya.
H Fahrurazi, Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kalsel, menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi kafilah. Ia berharap pemusatan latihan ini dapat meningkatkan prestasi kafilah Kalsel. Targetnya adalah menorehkan hasil terbaik pada ajang STQH Nasional yang akan berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 9–19 Oktober 2025.
Persiapan Matang Menuju Kancah Nasional
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan maksimal terhadap pelaksanaan Training Centre (TC) bagi kafilah STQH. Dukungan ini mencerminkan komitmen daerah dalam membina potensi qori dan qoriah. H Fahrurazi menekankan pentingnya pemusatan latihan ini sebagai fondasi kesuksesan.
Sebanyak 21 peserta yang terlibat dalam pemusatan latihan Kafilah Kalsel ini merupakan hasil seleksi ketat. Mereka adalah individu-individu terbaik yang telah menunjukkan keunggulan dalam MTQ ke-38 tingkat provinsi Kalsel. "Karena mereka ini dipilih dari yang terbaik di kabupaten/kota, mereka juara pada MTQ di masing-masing daerah," ujar Fahrurazi.
Kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan mental, pengetahuan, dan bakat para kafilah secara komprehensif. Tujuannya agar mereka siap menghadapi kompetisi tingkat nasional yang diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia. Pemusatan latihan adalah langkah strategis untuk memastikan kesiapan optimal.
Membangun Mental Juara dan Tradisi Qur'ani
Fahrurazi menjelaskan bahwa pemusatan latihan ini lebih dari sekadar sesi teknis. Ia menyebutnya sebagai "sekolah singkat" yang mengintegrasikan latihan, pembinaan, dan pembentukan mental juara. "Pemusatan latihan ini Ibarat sekolah singkat yang memadukan latihan, pembinaan sekaligus pembentukan mental juara. Kegiatan ini adalah ikhtiar kita bersama dalam menjaga tradisi qur'ani," jelasnya.
Pesan dari Sekdaprov Kalsel juga turut disampaikan, menekankan pentingnya semangat berlomba yang dibarengi dengan pemahaman dan pengamalan Al-Quran. Peserta diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Semangat ini diharapkan terus tertanam dalam diri mereka.
Selain itu, para peserta diajak untuk berlatih dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan menjaga niat yang ikhlas. Kemenangan sejati bukan hanya tentang meraih piala, melainkan kemampuan menjaga kemurnian niat sebagai ibadah. "Ingatlah kemenangan yang sejati bukan hanya ketika meraih piala, tetapi ketika kita mampu menjaga kemurnian niat bahwa semua ini adalah ibadah kepada Allah," imbuh Fahrurazi.
Sumber: AntaraNews