Target Medali Emas! Ini Alasan Gubernur Gusnar Turun Langsung Dukung Kafilah STQH Nasional Gorontalo

Gubernur Gusnar Ismail memimpin langsung dukungan untuk kafilah STQH Nasional Gorontalo di Kendari, Sulawesi Tenggara, menargetkan medali emas dan memperkuat nilai-nilai Qur'ani. Akankah Gorontalo berhasil?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Target Medali Emas! Ini Alasan Gubernur Gusnar Turun Langsung Dukung Kafilah STQH Nasional Gorontalo
Gubernur Gusnar Ismail memimpin langsung dukungan untuk kafilah STQH Nasional Gorontalo di Kendari, Sulawesi Tenggara, menargetkan medali emas dan memperkuat nilai-nilai Qur'ani. Akankah Gorontalo berhasil? (AntaraNews)

Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen kuat dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-XXVIII. Mereka secara ambisius menargetkan perolehan medali emas dalam kompetisi bergengsi ini. Acara keagamaan tingkat nasional tersebut diselenggarakan dengan meriah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menarik perhatian banyak pihak.

Untuk mewujudkan ambisi besar tersebut, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, hadir langsung di lokasi. Kehadiran mereka di Kendari bertujuan memberikan dukungan moral dan motivasi tak terbatas kepada para kafilah yang akan berlaga. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan semangat juang peserta tetap membara dan optimal.

Kafilah Gorontalo yang berjumlah 11 orang akan berkompetisi dalam empat cabang lomba utama yang menantang. Cabang-cabang tersebut meliputi seni baca Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, hafalan Hadits, dan karya tulis ilmiah Hadits. Partisipasi aktif ini diharapkan mampu mengangkat nama baik daerah serta menunjukkan kualitas talenta Qur'ani Gorontalo di kancah nasional.

Gubernur Gusnar Ismail secara eksplisit menyatakan tujuannya datang langsung ke lokasi acara di Kendari. "Saya sengaja datang menemui para kafilah untuk memotivasi mereka secara langsung," kata Gusnar, seperti dikutip pada Minggu. Kehadiran pemimpin daerah ini diharapkan dapat menjadi suntikan semangat yang signifikan bagi seluruh peserta yang akan berjuang.

Dukungan ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan juga menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam mengembangkan potensi generasi Qur’ani. Motivasi langsung dari Gubernur diharapkan mampu membangkitkan kepercayaan diri kafilah secara maksimal. Hal ini sangat penting untuk menghadapi persaingan ketat di tingkat nasional yang melibatkan banyak provinsi lain.

Selain Gubernur, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, juga turut mendampingi rombongan. Kehadiran beliau memperkuat dukungan moril bagi kafilah, menunjukkan bahwa seluruh elemen masyarakat Gorontalo bersatu padu. Solidaritas ini mencerminkan dukungan penuh terhadap perjuangan mereka dalam ajang STQH Nasional.

Gusnar Ismail menegaskan bahwa STQH Nasional bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih kemenangan semata. Ia melihat event ini sebagai sarana penting untuk memperkuat nilai-nilai religi di tengah masyarakat luas. Selain itu, STQH juga berfungsi secara efektif untuk mempererat tali ukhuwah Islamiyah antar daerah di seluruh Indonesia.

Partisipasi Kafilah Gorontalo merupakan manifestasi nyata dari komitmen daerah dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul. Generasi ini diharapkan memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan. Tujuannya adalah membangun peradaban yang didasari nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.

"Kehadiran kita di Kendari bukan semata untuk berlomba, tetapi juga untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat persaudaraan, serta menunjukkan identitas Gorontalo sebagai Serambi Madinah yang religius dan membangun peradaban," ujarnya dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini menggarisbawahi visi besar di balik keikutsertaan Gorontalo dalam ajang keagamaan ini.

Kafilah Gorontalo dipimpin oleh figur-figur penting seperti Ketua Umum LPTQ Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki. Turut mendampingi adalah Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Provinsi Gorontalo Yaser Arafat Dama, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Kaswad Sartono. Kepemimpinan yang solid dan terkoordinasi ini diharapkan dapat membawa hasil terbaik bagi provinsi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi