Perkuat Gerakan Kartini Hebat, Pemkot Banjarbaru Gencarkan Penanaman Pohon Gaharu
Pemerintah Kota Banjarbaru menginisiasi gerakan "Kartini Hebat Banjarbaru" dengan menanam pohon gaharu. Aksi ini bertujuan memperkuat peran perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), belum lama ini menggaungkan pelestarian lingkungan melalui gerakan "Kartini Hebat Banjarbaru". Gerakan ini diwujudkan dengan kegiatan penanaman pohon gaharu di Arboretum Ayu Tirta.
Inisiatif ini merupakan upaya nyata untuk memperkuat peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan alam. Kegiatan penanaman pohon gaharu ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
Acara yang berlangsung di Arboretum Ayu Tirta tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, bersama Ketua TP PKK Kota Banjarbaru. Turut hadir pula pengelola arboretum serta para penggiat lingkungan yang memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian alam.
Peran Perempuan dalam Pelestarian Lingkungan
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyatakan bahwa gerakan penanaman pohon ini merupakan simbol perempuan masa kini. Perempuan tidak hanya berperan dalam kehidupan sosial, tetapi juga aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Lisa, lingkungan yang terjaga adalah investasi besar bagi masa depan daerah. Oleh karena itu, kepedulian terhadap alam harus terus ditanamkan secara bersama-sama di seluruh lapisan masyarakat.
Pemkot Banjarbaru bertekad membangun gerakan nyata yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik kota. Namun juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Potensi Ekonomi dan Ekologis Pohon Gaharu
Pohon gaharu atau Aquilaria dipilih dalam gerakan penanaman ini bukan tanpa alasan. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi sekaligus potensi ekologis yang besar.
Gaharu dikenal sebagai "emas hijau nusantara" karena menghasilkan kayu beraroma khas dan damar wangi. Produk ini sangat diminati hingga pasar internasional, menjadikannya komoditas berharga.
Keberadaan pohon gaharu tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan. Namun juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Banjarbaru.
Arboretum Ayu Tirta sebagai Pusat Edukasi Lingkungan
Founder Arboretum Ayu Tirta, Chendrawan Sugianto, menjelaskan bahwa arboretum ini memiliki fungsi ganda. Selain sebagai kawasan konservasi, tempat ini juga menjadi ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Chendrawan berharap masyarakat dapat lebih mengenal kekayaan hayati lokal. Sekaligus memahami pentingnya menjaga tanaman yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi.
Usai kegiatan penanaman, Wali Kota Banjarbaru dan rombongan meninjau kawasan arboretum. Mereka melihat berbagai jenis tanaman dan kekayaan hayati yang diperkenalkan sebagai bagian dari edukasi lingkungan.
Wali Kota Lisa menambahkan bahwa semangat Kartini masa kini bukan hanya tentang emansipasi. Namun juga keberanian mengambil peran dalam menjaga bumi dan menggerakkan perubahan positif bagi lingkungan sekitar.
Sumber: AntaraNews