Jarnas Pemuda Hijau Targetkan 1.500 Pohon Kelor di Cibanten, Upaya Mitigasi Bencana

Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau memulai penanaman pohon kelor di Kali Cibanten, Serang. Aksi ini bertujuan mitigasi erosi dan pelestarian lingkungan sungai berkelanjutan, dengan target 1.500 pohon.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jarnas Pemuda Hijau Targetkan 1.500 Pohon Kelor di Cibanten, Upaya Mitigasi Bencana
Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau memulai penanaman pohon kelor di Kali Cibanten, Serang. Aksi ini bertujuan mitigasi erosi dan pelestarian lingkungan sungai berkelanjutan, dengan target 1.500 pohon. (AntaraNews)

Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau meluncurkan program ambisius di Kota Serang, Banten, dengan fokus pada upaya pelestarian lingkungan. Inisiatif ini secara spesifik berfokus pada mitigasi bencana erosi dan pelestarian ekosistem sungai secara berkelanjutan. Target ambisius penanaman pohon kelor sebanyak 1.500 pohon akan ditanam di sepanjang aliran Kali Cibanten.

Gerakan ini secara simbolis diawali dengan penanaman 100 bibit pohon kelor di bantaran Kali Bedeng Kasemen. Lokasi tepatnya berada di Lingkungan BBS Pengayoman, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kasemen, menunjukkan fokus pada area yang membutuhkan. Kegiatan penting ini berlangsung pada Sabtu (24/1) lalu, menandai dimulainya komitmen besar.

Ketua Jarnas Pemuda Hijau Provinsi Banten, Agus, menegaskan pentingnya upaya kolektif ini bagi masa depan. Tujuannya adalah menyiapkan bekal lingkungan yang lestari dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Ekosistem sungai diharapkan tetap terjaga dengan baik, mendukung kehidupan flora dan fauna lokal.

Pemilihan pohon kelor dalam program ini didasari oleh berbagai pertimbangan ilmiah dan praktis yang kuat. Agus menjelaskan bahwa kelor sangat efektif dalam menahan erosi di bantaran sungai atau area riparian. Selain itu, tanaman ini juga memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki struktur tanah yang rusak.

Lebih dari sekadar fungsi ekologis, pohon kelor juga memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi bagi masyarakat sekitar. Hal ini menjadikan penanaman pohon kelor sebagai solusi multifungsi. Pihak Jarnas Pemuda Hijau menambahkan bahwa target 1.500 pohon di Kali Cibanten akan diselesaikan secara bertahap.

Penanaman akan dimulai dari wilayah hilir hingga ke hulu sungai, menunjukkan pendekatan yang terencana dan sistematis dalam pelaksanaannya. "Target total penanaman kami dalam satu tahun sekitar 2.500 pohon," kata Agus, menunjukkan skala proyek yang lebih besar. Jarnas juga berencana menjalin komunikasi dengan perusahaan tambang untuk reklamasi lahan bekas galian, memperluas cakupan pelestarian lingkungan ke area yang lebih luas.

Gubernur Banten, Andra Soni, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kaum muda ini yang dinilai sangat positif. Gerakan ini dinilai sejalan dengan agenda pelestarian lingkungan yang diusung oleh pemerintah daerah Provinsi Banten. "Gerakan menanam pohon ini adalah inisiatif yang baik dan harus kita tindak lanjuti bersama," ujarnya, menunjukkan dukungan penuh.

Gubernur juga menyoroti pentingnya reforestasi di lahan-lahan kritis, khususnya bekas aktivitas pertambangan yang seringkali meninggalkan dampak negatif. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Banten tengah merancang program penanaman kembali yang komprehensif. Program ini akan dilakukan di wilayah pasca tambang dengan jenis tanaman yang tidak hanya bernilai guna, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem.

Kegiatan penanaman pohon kelor ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari unsur pemerintahan dan militer. Hadir pula Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman, Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, serta Kapolres Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap upaya ini.

Selain itu, anggota Pramuka Kwarda Banten dan Komunitas Peduli Sungai Banten juga turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dari elemen masyarakat dan pemerintah. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan bagi Banten.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi