Penanaman 1.000 Pohon Produktif: Pemkot Kupang dan Gerindra Bersinergi untuk Lingkungan dan Ekonomi
Pemerintah Kota Kupang dan Partai Gerindra berkolaborasi menanam 1.000 anakan pohon produktif di berbagai lokasi, upaya pelestarian lingkungan sekaligus pendorong ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bersama Partai Gerindra meluncurkan program penanaman 1.000 anakan pohon produktif di berbagai titik. Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk melestarikan lingkungan sekaligus memberikan dorongan ekonomi bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini berlangsung di sejumlah lokasi strategis di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari komitmen bersama.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menyatakan dukungan penuh Pemkot terhadap program penghijauan ini. Ia menekankan bahwa penanaman pohon bukan hanya sekadar seremonial, tetapi harus menjadi upaya nyata. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor yang sering melanda wilayah tersebut.
Program penanaman pohon produktif ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra. Hari jadi partai tersebut akan jatuh pada tanggal 6 Februari 2026 mendatang. Kota Kupang terpilih sebagai proyek percontohan (pilot project) penghijauan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Manfaat Ganda Penanaman Pohon Produktif
Serena Francis menjelaskan bahwa anakan pohon yang dibagikan merupakan jenis tanaman produktif. Contohnya adalah pinang, mangga, jambu air, dan lengkeng. Tanaman-tanaman ini dipilih karena diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di masa depan.
Serena Francis juga mendorong masyarakat, khususnya kaum ibu dan generasi muda, untuk mulai membiasakan diri menanam sejak dini. Menanam tanaman kebutuhan rumah tangga seperti cabai dan bawang dapat membantu ketahanan pangan keluarga. Langkah ini juga efektif menekan pengeluaran rumah tangga di tengah fluktuasi harga pasar.
Sebagai kader Partai Gerindra, Serena menyampaikan bahwa momentum HUT ke-18 partai menjadi pengingat untuk terus hadir dan berjuang bersama masyarakat Kota Kupang. Ia menegaskan pentingnya menyelaraskan program dan kegiatan daerah. Hal tersebut harus sejalan dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam memperhatikan isu-isu lingkungan.
Strategi Lokasi dan Jenis Tanaman untuk Penghijauan
Ketua Panitia, Stanley Boymau, menjelaskan bahwa Kota Kupang dipilih sebagai pilot project penghijauan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program ini selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh wilayah NTT. Untuk tahap awal di Kota Kupang, panitia telah menyiapkan sekitar 1.000 anakan pohon.
Penanaman akan dilakukan di empat hingga lima lokasi berbeda, termasuk kawasan Petuk yang direncanakan menjadi kebun percontohan Partai Gerindra. Lokasi Kolhua juga menjadi fokus utama karena merupakan wilayah tangkapan air. Penanaman pohon di Kolhua diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam menjaga ketersediaan air permukaan bagi wilayah Kelapa Lima dan Oesapa.
Kerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) memastikan pasokan bibit yang memadai. Jenis tanaman yang disiapkan meliputi mahoni, lengkeng, serta sekitar 50 persen tanaman produktif seperti mangga dan buah-buahan lainnya. Pemilihan jenis ini bertujuan ganda, yaitu untuk menghijaukan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews