Fakta Unik: 27 Kafilah Kaltim Jalani Pemusatan Latihan STQH Nasional di Jakarta, Demi Raih Juara di Sultra
27 kafilah terbaik Kaltim mengikuti pemusatan latihan STQH Nasional di Jakarta, persiapan menuju ajang bergengsi di Sultra 2025. Apa saja fokus latihannya?
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menggembleng 27 kafilah terbaiknya melalui program pemusatan latihan. Program intensif ini diselenggarakan sebagai persiapan matang untuk menghadapi Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional yang akan berlangsung di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun 2025 mendatang.
Pemusatan latihan STQH Kaltim ini dilaksanakan di Wisma Pamentas, Jakarta, dan telah dimulai sejak tanggal 8 September. Para peserta akan menjalani serangkaian pembinaan hingga 8 Oktober 2025, didampingi oleh sejumlah pendamping profesional yang berdedikasi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, yang juga menjabat Ketua LPTQ Kaltim, menegaskan bahwa latihan ini merupakan upaya kolektif. "Pemusatan latihan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk mengasah potensi, memantapkan mental, dan menyatukan tekad menuju prestasi juara," ujarnya di Samarinda, Minggu.
Fokus Latihan dan Harapan LPTQ Kaltim
Program pemusatan latihan ini dirancang untuk memaksimalkan potensi setiap kafilah, baik dari sisi teknis maupun mental. Para peserta tidak hanya mewakili diri sendiri atau daerah asalnya, melainkan juga membawa harapan besar dari jutaan masyarakat Kaltim yang mendambakan prestasi gemilang di kancah nasional.
Oleh karena itu, Sri Wahyuni menekankan pentingnya kesungguhan dalam berlatih. Peserta diharapkan fokus pada pengembangan teknis, pendalaman keilmuan, serta pembentukan mental dan spiritual yang kuat agar siap bersaing di tingkat nasional.
Kepada para pelatih, Sekda Sri Wahyuni menyampaikan pesan khusus untuk mencurahkan seluruh ilmu dan pengalaman terbaik mereka. "Bimbing mereka dengan penuh keikhlasan, karena dari tangan-tangan mulia bapak dan ibu-lah para juara akan lahir," katanya, menggarisbawahi peran krusial pelatih dalam membentuk generasi Qur'ani yang berprestasi.
Detail Pelaksanaan dan Cabang Lomba
Pemusatan latihan STQH Kaltim ini merupakan hasil kolaborasi antara LPTQ Kaltim dan Yayasan Bina Smart Nusantara. Kerja sama ini memastikan fasilitas dan dukungan yang memadai bagi para kafilah selama menjalani proses pembinaan yang ketat di Jakarta.
Sebanyak 27 peserta yang terpilih merupakan duta terbaik dari Provinsi Kaltim, mewakili berbagai cabang lomba. Mereka terdiri dari qari-qariah (pembaca Al-Qur'an), hafiz-hafizah (penghafal Al-Qur'an), mufassir-mufassirah (penafsir Al-Qur'an), hingga muhaddits-muhadditsah (ahli hadis), yang semuanya dipersiapkan untuk berkompetisi di STQH Nasional.
Seluruh peserta juga diingatkan untuk menjaga fokus, disiplin, dan kesehatan selama periode latihan. Sri Wahyuni menekankan pentingnya meluruskan niat semata-mata untuk ibadah dan meninggikan kalam Allah. "Terpenting, luruskan niat semata-mata untuk ibadah dan meninggikan kalam Allah. Insyaallah, prestasi terbaik akan diraih," pungkasnya, memberikan motivasi spiritual kepada seluruh kafilah.
Sumber: AntaraNews