Susi Pudjiastuti Tanggapi Pernyataan Cak Imin soal Judi Online
Susi Pudjiastuti memberikan pandangan tegasnya mengenai pernyataan Cak Imin terkait judi online, menekankan pentingnya regulasi yang ketat.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti kembali menarik perhatian publik dengan komentarnya mengenai pernyataan Cak Imin terkait judi online.
Dalam pandangannya, Susi menekankan, masalah judi online bukan hanya sekadar isu hukum, tetapi juga berdampak pada moral dan sosial masyarakat Indonesia.
Susi mengungkapkan bahwa judi online telah menjadi masalah yang semakin kompleks dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
"Kita tidak bisa membiarkan judi online berkembang tanpa adanya regulasi yang ketat. Ini bukan hanya tentang kehilangan uang, tetapi juga tentang dampak sosial yang lebih luas," ujarnya.
Susi menambahkan bahwa penting bagi pemerintah untuk melakukan pendekatan yang komprehensif dalam menangani isu ini.
Susi Pudjiastuti, yang dikenal dengan kebijakan tegasnya selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, mengajak semua pihak untuk bersatu dalam memerangi praktik perjudian yang merugikan masyarakat.
"Kita perlu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judi online dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Cak Imin: Sudah Tahu Tidak akan Menang, Tapi Ikut Terus
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyoroti sikap masyarakat yang kerap bermain judol. Menurutnya, seharusnya masyarakat mengetahui skema di balik judi online, bahwa mereka tidak akan memenangkan permainan.
"Sudah tahu tidak akan menang, tapi ikut terus. Judi online sampai kiamat tidak akan menang, karena judi online itu penipuan," ucap Cak Imin pada Senin (5/5).
Oleh karena itu, Cak Imin meminta kerja sama masyarakat untuk bersama-sama memberantas judi online sebab judi online merupakan salah satu sumber kemiskinan rentan baru.
"Kita harus atasi ini bersama-sama," tutupnya.
Latar Belakang Susi Pudjiastuti
Lahir di Pangandaran, Jawa Barat, pada 15 Januari 1965, Susi Pudjiastuti telah memiliki hubungan erat dengan laut sejak kecil. Keluarganya terlibat dalam usaha ternak, dan Susi memulai kariernya sebagai distributor hasil laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pangandaran pada tahun 1983.
Dengan tekad dan kerja keras, ia mendirikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan PT ASI Pudjiastuti Aviation, yang dikenal dengan nama Susi Air.
Susi Air berkembang pesat dan pada awal 2012, perusahaan ini mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe, mempekerjakan 136 pilot, termasuk 90 pilot asing. Selain itu, Susi juga mendirikan Susi Flying School pada tahun 2008, menunjukkan komitmennya terhadap dunia penerbangan dan pendidikan.
Kepemimpinan Susi
Pada tahun 2014, Susi Pudjiastuti diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Joko Widodo. Selama menjabat, ia dikenal dengan kebijakan tegas dalam memberantas penangkapan ikan ilegal, termasuk penenggelaman kapal asing yang terbukti melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.
Kebijakan ini tidak hanya melindungi sumber daya laut, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Susi juga mengedepankan isu lingkungan dan kepedulian terhadap laut. Ia berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik di laut dan mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan perairan Indonesia.
Susi Pudjiastuti adalah seorang ibu dari tiga anak, meski ia harus menghadapi kehilangan anaknya, Panji Hilmansyah, yang meninggal dunia pada tahun 2016.
Meskipun demikian, Susi tetap melanjutkan perjuangannya di dunia bisnis dan pemerintahan. Ia juga telah menerima gelar Doktor Honoris Causa (Dr. (H.C.)) sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam bidang kelautan dan perikanan.
Secara keseluruhan, Susi Pudjiastuti merupakan sosok inspiratif yang tidak hanya sukses di dunia bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan.
Dengan pandangannya yang tegas mengenai judi online, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik harus mencakup perhatian terhadap isu-isu sosial yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.