Survei CISA Ungkap Mayoritas Masyarakat Puas dengan Kinerja Polri
Center for Indonesian Strategic Action (CISA) merilis survei yang menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan puas terhadap Kinerja Polri dan berharap institusi ini menjadi simbol supremasi sipil.
Center for Indonesian Strategic Action (CISA) baru-baru ini merilis hasil survei berjudul “Persepsi Publik terhadap Polri sebagai Simbol Supremasi Sipil”. Survei ini mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kinerja Polri, sekaligus menaruh harapan agar institusi tersebut dapat menjadi representasi supremasi sipil yang kuat.
Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa, menjelaskan bahwa survei ini menggunakan empat indikator utama untuk mengukur persepsi publik. Indikator tersebut meliputi penegakan hukum dan keamanan siber, persepsi publik terhadap kinerja Polri, dukungan serta harapan masyarakat terhadap institusi Polri, dan reformasi internal Polri.
Herry Mendrofa dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menegaskan bahwa secara umum, semua hasil survei menunjukkan respons positif dari masyarakat. “Berdasarkan data survei, menggunakan empat indikator, secara umum semua hasilnya positif. Masyarakat puas dan berharap agar Polri dapat menjadi simbol supremasi sipil,” ujarnya.
Penegakan Hukum dan Keamanan Siber: Persepsi Positif Publik
Survei CISA secara perinci menyoroti persepsi masyarakat terhadap kondisi penegakan hukum dan keamanan siber di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kondisi saat ini sudah berjalan dengan baik, mencerminkan kepercayaan publik terhadap upaya Polri.
Dalam aspek penegakan hukum, sebesar 69,5 persen masyarakat menilai kondisi saat ini sudah baik, termasuk kategori sudah cukup baik, baik, dan sangat baik. Angka ini didukung oleh persepsi positif terhadap keamanan ruang maya, di mana 62,9 persen responden menyatakan kondisi keamanan siber sudah baik.
Meskipun demikian, terdapat pula sebagian kecil responden yang masih menilai kondisi penegakan hukum dan keamanan siber masih buruk, masing-masing sebesar 17,9 persen dan 28,9 persen. Data ini memberikan gambaran komprehensif tentang area yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Tingkat Kepuasan dan Transparansi Kinerja Polri
Indikator kinerja Polri menjadi fokus utama dalam survei ini, dengan mayoritas responden menyatakan kepuasan atas performa institusi tersebut. Data yang terkumpul menunjukkan bahwa Kinerja Polri secara keseluruhan dinilai positif oleh publik.
Sebanyak 76,5 persen responden mengukur kinerja Polri sebagai baik, dan angka ini berbanding lurus dengan tingkat kepuasan. Survei mencatat bahwa 72 persen masyarakat menyatakan puas terhadap Kinerja Polri, sementara 19,9 persen masih merasa tidak puas.
Selain itu, aspek transparansi juga menjadi sorotan. Sebanyak 69,7 persen masyarakat menilai Kinerja Polri sudah transparan, dan 66,9 persen responden puas dengan penanganan laporan masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap prosedur dan akuntabilitas Polri dalam menjalankan tugasnya.
Polri sebagai Simbol Supremasi Sipil dan Harapan Demokrasi
Survei CISA juga menggali harapan dan dukungan masyarakat terhadap peran Polri sebagai simbol supremasi sipil di Indonesia. Mayoritas publik menyetujui peran penting Polri dalam menjaga tatanan demokrasi.
Sebesar 72 persen masyarakat setuju bahwa Polri adalah institusi yang diharapkan dapat menjadi simbol supremasi sipil. Dukungan ini diperkuat dengan 77 persen responden yang secara aktif mendukung peran tersebut, menunjukkan keinginan kuat publik akan institusi kepolisian yang profesional dan akuntabel.
Menariknya, publik juga menaruh harapan besar agar Polri dapat memperkuat ruang demokrasi di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Dari data survei, CISA mendapati sebanyak 81,3 persen masyarakat berharap Polri dapat menjadi representasi supremasi sipil yang memperkuat demokrasi pada pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Herry Mendrofa.
Metodologi Survei CISA: Jaminan Akurasi Data
Survei yang dirilis oleh CISA ini dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 20 November 2025. Populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak bertingkat atau multistage random sampling, melibatkan 1.320 responden dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Survei ini memiliki tingkat kesalahan atau margin of error sekitar kurang lebih 2,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden diwawancarai melalui tatap muka, telepon, dan google form oleh pewawancara terlatih. Kontrol kualitas dilakukan secara acak pada 20 persen dari total sampel oleh pengawas, dengan tidak ditemukan kesalahan berarti, menjamin validitas dan reliabilitas data yang disajikan.
Sumber: AntaraNews